Aroma Memori Setelah Bermain Perkuat Ikatan Emosional Anak

Share

Aktivitas luar ruang yang diikuti rutinitas pembersihan tubuh dinilai mampu membentuk memori emosional jangka panjang serta mempererat ikatan antara orang tua dan anak dalam momen Hari Anak Nasional pada Rabu, 22 Juli 2026. Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa aroma merupakan salah satu pemicu memori paling kuat karena sistem penciuman terhubung langsung dengan bagian otak pengatur emosi dan ingatan. Temuan dari The Sense of Smell Institute turut menunjukkan kemampuan aroma dalam membangun hubungan emosional yang bertahan hingga usia dewasa, seperti ingatan akan wewangian sabun mandi atau pakaian setelah beraktivitas.

Melihat pentingnya momen tersebut, Group Brand Manager B&B dari PT Kino Indonesia Tbk, Popi Novella, menilai aktivitas setelah bermain memiliki makna yang mendalam bagi tumbuh kembang emosional anak.

"Masa kecil bukan hanya diisi dengan aktivitas bermain, tetapi juga dengan momen sederhana yang terjadi setelahnya. Saat orangtua membantu anak mandi, memakaikan pakaian bersih, memeluk mereka, atau mendengarkan cerita tentang petualangan hari itu, anak belajar merasa aman, nyaman, dan dicintai. Pengalaman-pengalaman kecil seperti inilah yang kemudian menjadi bagian dari kenangan masa kecil mereka," ujar Popi Novella, Group Brand Manager B&B. Ia menambahkan bahwa pemilihan aroma personal care juga perlu disesuaikan dengan preferensi anak yang cenderung menyukai wewangian ringan, segar, dan ceria seperti buah-buahan atau aroma floral lembut.

Perubahan pola pengasuhan ini menandai kesadaran baru para orang tua yang kini lebih mengutamakan nilai kenyamanan serta kebersamaan keluarga dibandingkan sekadar fungsi dasar produk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author