Mengenal Pembagian Desil DTSEN dan Cara Mengubah Datanya
Rencana pemerintah membatasi akses Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10 membuat istilah desil menjadi perhatian publik. Pengelompokan ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengelompokan desil dilakukan BPS dengan membagi masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan kesejahteraan, seperti dilansir dari Detik Finance.
"Desil itu pada dasarnya adalah pembagian masyarakat berbasis pada sepuluh kelompok kemudian dirangking berdasarkan tingkat kesejahteraan. Dan tingkat kesejahteraan ini variabelnya banyak tidak hanya pendapatan," ujar Amilia dikutip dari 20Detik, Kamis (20/8/2026).
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat indikator pembentuk desil mencakup variabel sosial ekonomi individu, kondisi perumahan, hingga kepemilikan aset.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemeringkatan tingkat kesejahteraan ini bersumber dari mekanisme sensus nasional.
"Kan kita udah ada, desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (data tunggal sosial dan ekonomi nasional)," kata Airlangga di AYANA Midplaza, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Airlangga menambahkan bahwa penetapan indikator ekonomi tersebut dihimpun secara komprehensif.
"Ya itu berdasarkan survei," tambahnya.
Tingkat kesejahteraan masyarakat dalam sistem DTSEN terbagi ke dalam sepuluh tingkatan dari yang paling rendah sampai paling tinggi:
- Desil 1: Masyarakat miskin ekstrem (10 persen populasi paling bawah)
- Desil 2: Kelompok masyarakat miskin
- Desil 3: Kelompok masyarakat hampir miskin
- Desil 4: Kelompok masyarakat rentan miskin
- Desil 5: Kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah
- Desil 6: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah
- Desil 7: Kelompok masyarakat menengah
- Desil 8: Kelompok masyarakat menengah ke atas
- Desil 9: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi
- Desil 10: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi
Kelompok desil 1 hingga 4 memperoleh prioritas utama dalam penerimaan bantuan sosial (bansos). Sementara itu, desil 5 dapat menerima bantuan tertentu dengan syarat khusus seperti bantuan iuran kesehatan, dan desil 6 sampai 10 umumnya tidak masuk prioritas bansos.
Mekanisme Pemutakhiran dan Perubahan Data Desil
Pemerintah membuka ruang perbaikan jika terjadi ketidaksesuaian status desil dengan kondisi ekonomi riil masyarakat saat ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemutakhiran data DTSEN berjalan berkala dan dapat diperbarui masyarakat yang terdampak.
"Setiap tiga bulan sekali ada hasil pemutakhiran. Maka itu kita harapkan memang semuanya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data ini," ujar Gus Ipul dikutip dari 20Detik.
Untuk mengecek posisi desil secara mandiri, masyarakat dapat mengakses aplikasi Cek Bansos lewat tahapan berikut:
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos di ponsel.
- Lakukan login menggunakan akun terdaftar.
- Masuk ke dalam menu Cek Bansos.
- Isikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
- Klik tombol Cari Data untuk melihat status.
Perbaikan data desil dapat diajukan secara daring melalui aplikasi Cek Bansos pada fitur Usul Sanggah atau Request Pembaruan Data. Pengguna tinggal memperbarui data kondisi perumahan dan penghasilan serta mengunggah foto rumah pendukung.
Prosedur pembaruan data juga bisa diproses secara luring melalui kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat. Petugas akan memproses sanggahan ke dalam sistem SIKS-NG dan mendatangi lokasi warga untuk verifikasi lapangan.