Alasan Ilmiah Mengapa Mie Instan Cepat Matang Saat Dimasak
Mie instan menjadi santapan favorit banyak orang karena kepraktisannya. Olahan ini menawarkan cita rasa lezat, pilihan varian beragam, harga terjangkau, daya simpan lama, serta proses penyajian yang sangat singkat. Kecepatan waktu masak mie instan dibanding mie segar rupanya terjadi berkat proses rekayasa pangan di pabrik.
Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip Times of India, ada beberapa faktor teknis yang memicu proses ini. Tahap awal pembuatan mie instan diawali dengan pengukusan. Untaian adonan mie dipanaskan memakai uap bersuhu 95 hingga 100 derajat Celcius selama 1 sampai 2 menit di pabrik.
Pemanasan uap tersebut membuat adonan matang sebagian. Kondisi ini memicu gelatinisasi pati pada tepung terigu, yaitu proses butiran pati menyerap air dan mengembang akibat paparan panas.
Studi dalam jurnal Science Direct mengonfirmasi bahwa pengukusan sebagian mengurangi entalpi gelatinisasi pati. Hal ini membuktikan pati mie telah mengalami pra-gelatinisasi sebelum dikemas untuk mempercepat durasi masak konsumen.
Penggorengan dan Pembentukan Struktur Berpori
Setelah dikukus, blok mie umumnya dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak panas bersuhu 140 hingga 150 derajat Celcius selama 60 sampai 120 detik. Metode penggorengan ini bertujuan mengurangi kadar air secara drastis.
Saat digoreng, air di dalam mie menguap dengan cepat ke luar. Pelepasan uap air tersebut meninggalkan jaringan pori-pori serta saluran halus di seluruh struktur blok mie.
Pori-pori mikro ini berfungsi sebagai jalur masuk bagi air mendidih. Ketika diseduh, air panas meresap cepat melewati saluran tersebut sehingga mempercepat proses pelembutan mie.
Mekanisme Rehidrasi Saat Dimasak
Proses memasak mie instan di rumah sebenarnya merupakan tahap rehidrasi pati yang sudah mengalami pra-gelatinisasi. Air mendidih masuk ke pori-pori mikro, lalu pati yang tergelatinisasi menyerap air dan mengembang seketika.
Penelitian tahun 2010 di International Journal of Food Science & Technology menyebutkan bahwa durasi singkat penyajian mie instan pada dasarnya adalah proses pengembalian kelembapan pada pati yang telah matang sebelumnya.
Namun, tidak semua produk mie instan matang dalam waktu yang sama. Mie instan yang dikeringkan dengan udara panas memiliki struktur lebih padat, sehingga membutuhkan waktu perebusan lebih lama dibanding mie instan yang melalui proses penggorengan.