Donald Trump Klaim Kesepakatan Akhiri Perang Iran Sudah Dekat

Share

Rencana serangan militer terhadap Iran resmi dibatalkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis setelah mengklaim kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik kedua negara sudah mendekati titik temu.

Pengumuman tersebut berdampak langsung pada sektor ekonomi global dengan anjloknya harga minyak mentah Brent sebesar 4,4 persen menjadi sekitar 89 dolar AS per barel pada hari yang sama.

Klaim sepihak dari Washington ini muncul setelah ketegangan sempat memuncak akibat aksi saling tembak antara pasukan AS dan Iran di kawasan Timur Tengah selama sepekan terakhir.

Trump menyatakan kesepakatan baru ini akan memastikan pembatasan penuh terhadap aktivitas nuklir Teheran di masa depan saat berbicara di depan para jurnalis.

"We just made a great settlement of the war with Iran," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Negosiasi dokumen perjanjian tersebut dilaporkan telah memasuki tahap akhir dan proses penandatanganan direncanakan bakal berlangsung di wilayah Eropa dalam waktu dekat.

"We have a deal that Iran will never have a nuclear weapon, which was the whole purpose of what we had to go through to get this. So, it's a very big thing," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain masalah nuklir, kesepakatan ini diklaim akan langsung membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang sempat diblokade.

"probably be a signing, maybe in Europe" cetus Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menambahkan bahwa draf kesepakatan diplomatik tersebut saat ini sudah tidak mengalami perubahan banyak dan tinggal menunggu pengesahan formal.

"pretty quickly" ucap Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemimpin di kawasan Timur Tengah menyambut baik perkembangan positif dari rencana kesepakatan damai ini.

"pretty final shape – so we'll see" tutur Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pembatalan serangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Trump beberapa jam sebelumnya yang sempat mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran.

"as soon as we have it signed" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Washington sebelumnya bahkan sempat merencanakan pengambilalihan kendali penuh atas pasar minyak global melalui tekanan militer terhadap Teheran.

"the whole Middle East is very happy" ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sebelum draf ini disetujui, ketegangan sempat meningkat saat Trump mengancam akan merebut fasilitas ekspor minyak utama di Pulau Kharg.

"the United States will be hitting Iran… very hard tonight" ucap Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ancaman ekonomi tersebut merujuk pada rencana kontrol total yang akan diterapkan Amerika Serikat terhadap komoditas energi dari kawasan tersebut.

"in the not too distant future" tutur Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah AS menargetkan skema penguasaan pasar energi ini berjalan serupa dengan kebijakan yang sebelumnya mereka terapkan di Amerika Selatan.

"assume total control" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga menyamakan ambisi penguasaan pasar minyak ini dengan kebijakan luar negeri yang pernah sukses dilakukan terhadap negara produsen minyak lain.

"much like we have with Venezuela" ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, respons berbeda disampaikan oleh pihak eksekutif Iran yang menyebut bahwa klaim kesepakatan tersebut masih terlalu dini.

"speculative" kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Baghaei menambahkan bahwa proses diplomasi masih berjalan dan belum ada keputusan hukum yang mengikat di antara kedua belah pihak.

"nothing has been finalised" ujar Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pihak Iran juga menyatakan tidak akan mengorbankan prinsip kedaulatan negara demi memenuhi tuntutan tambahan yang diajukan oleh delegasi Amerika Serikat.

"finalised" kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Teheran menilai Washington sengaja mengulur waktu dengan mengajukan poin-poin baru di luar draf awal yang sudah disepakati bersama.

"excessive demands" ujar Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pemerintah Iran memastikan proses negosiasi tidak akan berjalan lancar jika hak dasar mereka terkait pengembangan teknologi dalam negeri dilanggar.

"new requests" ucap Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Ketegangan diplomatik ini tetap berjalan di bawah bayang-bayang komitmen Iran untuk mempertahankan garis merah kebijakan luar negeri mereka.

"depart from its red lines" tutur Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Sementara itu, Israel selaku sekutu utama AS mengonfirmasi adanya komunikasi tingkat tinggi namun menegaskan posisi mereka di luar perjanjian tersebut.

"is not a party to the memorandum of understanding" kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel melalui Kantor Perdana Menteri.

Netanyahu memberikan apresiasi terhadap ketegasan AS dalam menuntut pembongkaran total infrastruktur pengayaan uranium milik Iran.

"the removal of enriched material, the dismantling of enrichment infrastructure, limits on missile production, and the cessation of Iran's support for its terrorist proxies in the region" ujar Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel melalui Kantor Perdana Menteri.

Dari sektor militer, angkatan bersenjata Iran sempat mengeluarkan peringatan keras akan melakukan serangan balasan yang lebih masif jika wilayah mereka diserang.

"more severe than before" kata Militer Iran melalui Pernyataan Resmi.

Pihak militer Iran juga mengancam akan menutup total akses ekspor energi di kawasan Teluk bagi seluruh negara jika fasilitas mereka diganggu.

"Considering recent US threats against Iran's oil infrastructure, either oil and gas exports are for everyone or they will be available for no-one" ujar Militer Iran melalui Pernyataan Resmi.

Peringatan senada disampaikan oleh negosiator senior Iran yang menilai strategi militer impulsif AS hanya akan menciptakan jebakan konflik berkepanjangan.

"wrong strategies and impulsive decisions will… create an endless quagmire that you will be stuck in for years" kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Negosiator Top Iran.

Krisis di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran global dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendesak implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata.

"deeply concerned by the continuing escalation in the Middle East" kata António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB melalui Juru Bicara.

Guterres meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri demi mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

"He urges the parties to return to the full implementation of the ceasefire and avoid any further deterioration" ujar António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB melalui Juru Bicara.

Desakan serupa untuk menurunkan tensi militer juga disuarakan oleh sejumlah negara besar seperti Pakistan, Rusia, China, Turki, India, dan Arab Saudi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author