TNI Kerapkan 1.267 Prajurit dan Alutsista Penanganan Gempa NTT

Share

Markas Besar TNI mengerahkan 1.267 prajurit beserta alutsista meliputi pesawat Hercules, Kapal Republik Indonesia, dan helikopter untuk mempercepat evakuasi korban bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Pengiriman personel dan sarana pendukung udara serta laut ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas tim penolong, merawat korban, serta mempercepat distribusi bantuan logistik ke berbagai wilayah yang terdampak bencana.

Sebanyak 1.267 personel militer tersebut disebar ke sejumlah titik terdampak, dengan rincian 400 personel di Kabupaten Nagekeo, 295 personel di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, 263 personel di Kabupaten Sikka, 120 personel di Kabupaten Ende, 105 personel di Kabupaten Ngada, serta 84 personel di Kabupaten Manggarai Barat.

"TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Jajaran militer di tingkat daerah mulai dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, Yonif Teritorial Pembangunan 834/WM, hingga personel di Maumere telah bergerak melakukan penanganan di lapangan secara intensif.

"Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak," tutur dia.

Pusat Penerangan TNI mencatat ribuan personel gabungan terus mengoperasikan posko serta dapur lapangan demi menunjang kebutuhan darurat warga yang terdampak guncangan gempa.

"Hingga Sabtu siang, sebanyak 1.267 personel TNI telah dikerahkan di sejumlah wilayah terdampak," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Untuk menunjang pengangkutan bantuan logistik dan evakuasi melalui udara, TNI Angkatan Laut menyiagakan satu unit helikopter Bell 412 yang didatangkan langsung dari Pangkalan Udara TNI AL Juanda.

"Personel TNI bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat terus melaksanakan pencarian serta penanganan korban bencana, membantu perawatan korban, serta mendukung penanganan dampak kerusakan di wilayah terdampak," kata dia.

Selain dukungan armada udara dan laut, pasukan di lapangan dibekali fasilitas operasional darurat berupa 89 unit kendaraan logistik, 21 unit tenda lapangan, serta 120 unit velbed.

"TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, perawatan korban, serta pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak," pungkas dia.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Sabtu sore pukul 15.00 WIB, peristiwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengakibatkan 38 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, 11 orang luka ringan, dan sekitar 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri.

"Sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers secara daring pada Sabtu.

Sejumlah akses jalan dilaporkan tertutup material longsoran pascagempa, dan data kerusakan infrastruktur jalan saat ini masih dalam proses pendataan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," ucap dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bencana alam gempa bumi NTT tni
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author