Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS pada 8 Juli 2026

Share

Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah 0,15% ke level Rp18.015/US$ di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada Rabu (8/7/2026) pukul 07:40 WIB, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Penurunan mata uang Garuda di pasar luar negeri ini searah dengan pergerakan mayoritas mata uang di Asia yang juga berada di zona merah.

Ringgit Malaysia mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 0,26%, diikuti oleh yen Jepang, baht Thailand, won Korea Selatan, serta dolar Singapura pada pembukaan pasar valas pagi ini.

Apresiasi indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama sebesar 0,11% ke level 101,13 menjadi penyebab utama tertekannya mata uang di kawasan Asia.

Kondisi eksternal tersebut berpotensi menarik rupiah ke zona negatif pada sesi pembukaan perdagangan domestik, sekaligus membalikkan tren penguatan yang terjadi hari sebelumnya.

Faktor domestik turut memengaruhi pergerakan ini, di mana kenaikan cadangan devisa sebesar US$700 juta menjadi US$145,6 miliar belum mampu menjadi sentimen positif yang kuat bagi rupiah.

"Kenaikan cadangan devisa ini memberi sinyal bahwa masih ada pengurangan cukup besar, terutama pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI untuk menjaga rupiah," kata Josua Pardede.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) tersebut menilai bahwa cadangan devisa terserap untuk kebutuhan stabilisasi nilai tukar dan kewajiban luar negeri.

Di sisi lain, pasar tengah memantau efektivitas instrumen moneter Bank Indonesia dalam menjaring aliran modal asing ke dalam negeri.

Outstanding Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) dilaporkan menyusut dari US$5,6 miliar pada Oktober 2025 menjadi US$2,8 miliar pada Mei 2026.

Penyusutan nominal ini mengindikasikan penurunan daya tarik instrumen valas BI akibat menyempitnya selisih imbal hasil dibandingkan dengan deposito dolar AS.

Berdasarkan analisis teknikal, nilai tukar rupiah sebenarnya masih memiliki peluang untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini.

Target penguatan mata uang lokal diproyeksikan menuju kisaran Rp17.950/US$ hingga Rp17.900/US$ jika mampu melewati resistance kuat sebelumnya.

Apabila target tersebut tertembus, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan secara bertahap menuju level Rp17.800/US$.

Namun, jika tren pelemahan justru berlanjut, support terdekat pergerakan rupiah diperkirakan berada pada level Rp18.000/US$.

Pergerakan nilai tukar dalam rentang support tersebut diprediksi akan berfluktuasi di antara Rp18.050/US$ sampai dengan Rp18.100/US$.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author