Investor Asing Catat Net Buy Rp933 Miliar Didominasi Transaksi DSSA

Share

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp933,5 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, dengan transaksi besar berasal dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Net buy asing di saham DSSA mencapai Rp1,47 triliun, dengan pembelian sebesar Rp1,56 triliun dan penjualan Rp83,4 miliar. Namun, sebagian besar transaksi ini terjadi di pasar negosiasi, sehingga tidak mencerminkan aliran dana asing di pasar reguler.

Jika transaksi DSSA tidak dihitung, investor asing sebenarnya melakukan net sell sekitar Rp539,5 miliar pada hari yang sama, menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan CNBC Indonesia.

Selain DSSA, saham lain yang mencatat net buy asing adalah PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp158,9 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp24 miliar, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) Rp17,6 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp13,1 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp10,8 miliar.

Transaksi besar di saham DSSA juga tercatat di pasar negosiasi dengan nilai sekitar Rp1,42 triliun pada harga Rp980 per saham, dengan volume 1,445 miliar saham, menurut IDX Channel.

Identitas pembeli dan penjual dalam transaksi pasar negosiasi DSSA ini belum diketahui. Saham DSSA di pasar reguler menguat 2,56 persen ke posisi Rp1.000 per saham pada hari yang sama.

Menurut riset UOB Kay Hian, DSSA berpotensi mendapatkan manfaat dari pertumbuhan industri data center di Indonesia, yang menjadi alternatif bagi kebutuhan data center regional dari Singapura dan Malaysia.

Investor asing mencatatkan net buy terbesar di saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp158,86 miliar pada perdagangan yang sama, dengan saham TINS menguat 3,85 persen ke harga Rp4.050 per saham, menurut Bloomberg Technoz.

Namun, investor asing juga melakukan net sell terbesar di saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp73,16 miliar, menyebabkan saham ASII melemah 1,25 persen ke posisi Rp4.730 per saham.

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen pada Agustus 2026 juga menjadi latar belakang kondisi pasar saham, mendukung stabilitas nilai tukar dan inflasi, menurut pejabat BI dan Panin Sekuritas.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: investasi pasar modal saham
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author