Rumania Tutup Konsulat Rusia Usai Insiden Drone di Galati
Pemerintah Rumania memutuskan untuk menutup konsulat Rusia di kota Constanta setelah sebuah drone milik Rusia jatuh dan menghantam gedung apartemen di kota Galati pada Jumat, 29 Mei 2026.
Langkah tegas tersebut diumumkan oleh Presiden Rumania Nicusor Dan setelah memimpin rapat Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional di Bucharest untuk merespons insiden yang melukai dua orang warga sipil tersebut.
Presiden Nicusor Dan langsung menjatuhkan sanksi diplomatik dengan menetapkan konsul Rusia di kota pelabuhan Laut Hitam tersebut sebagai persona non grata akibat serangan yang dinilai menyasar wilayah kedaulatannya.
"We will have proportional measures in relation to the Russian Federation. … There is no ambiguity about the author and the cause of this assault," tulis Nicusor Dan, Presiden Rumania dalam unggahan di akun Facebook pribadinya.
Presiden Dan juga menyampaikan rasa prihatin mendalam bagi para korban luka serta seluruh penghuni apartemen yang terpaksa dievakuasi akibat kebakaran pasca-ledakan drone tersebut.
"who experienced terrible moments in their own homes." tambah Nicusor Dan, Presiden Rumania.
Kementerian Pertahanan Rumania mengonfirmasi bahwa radar militer sempat melacak pergerakan drone itu di ruang udara mereka sebelum akhirnya jatuh menghantam atap apartemen di Galati, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Ukraina dan Moldova.
Otoritas militer Rumania sebenarnya telah mengerahkan dua jet tempur F-16 dan satu helikopter tempur ke lokasi kejadian, namun armada udara tersebut tidak melepaskan tembakan untuk menjatuhkan drone karena pertimbangan risiko di area padat penduduk.
Komandan pengganti staf gabungan angkatan bersenjata Rumania, Jenderal Gheorghe Maxim, menegaskan bahwa jatuhnya pesawat tanpa awak tersebut murni merupakan dampak dari eskalasi perang di Ukraina, bukan serangan langsung ke negaranya.
"an attack from Russia against Romania," kata Gheorghe Maxim, Jenderal angkatan bersenjata Rumania dalam konferensi pers.
Meski demikian, Jenderal Maxim meminta masyarakat tetap waspada karena aktivitas militer Rusia di sekitar perbatasan terus meningkat akhir-akhir ini.
"Romanians should understand that Russia is a threat to the security of the countries in the area." sambung Gheorghe Maxim, Jenderal angkatan bersenjata Rumania.
Berdasarkan data Angkatan Udara Ukraina, militer Rusia meluncurkan total 232 drone dan satu rudal balistik semalam, di mana 217 drone di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Ukraina.
Insiden ini memicu gelombang kecaman dari para petinggi aliansi trans-atlantik, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang langsung berkomunikasi dengan Presiden Rumania untuk menyatakan dukungan penuh.
"affirmed that NATO stands ready to defend every inch of Allied territory. We will continue to enhance our readiness to deter and defend against any threat, including from drones." tulis Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO di media sosial X.
Kecaman serupa datang dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menilai tindakan Rusia telah melewati batas hukum internasional di wilayah Uni Eropa.
"A Russian drone incursion struck a densely populated area in Romania, injuring civilians," tulis Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa di akun media sosialnya.
Ia menambahkan bahwa Uni Eropa berkomitmen penuh untuk memperketat keamanan di sepanjang perbatasan timur.
"On EU territory." tegas Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna menambahkan analisisnya bahwa pelanggaran ruang udara yang berulang ini menunjukkan tanda-tanda kepanikan dari pihak Kremlin.
"the risk of such "serious incidents" was raised by " Putin's increasing nervousness, driven by military setbacks." ujar Margus Tsahkna, Menteri Luar Negeri Estonia.