Pasar Emas Bandar Lampung Bergerak Variatif Per 2 Agustus 2026
Dinamika pasar keuangan global membayangi pergerakan harga emas Antam dan perhiasan di Bandar Lampung pada Minggu, 2 Agustus 2026. Pergerakan komoditas ini diproyeksikan cenderung stabil hingga mengalami pelemahan tipis.
Analis memperkirakan komoditas ini bergerak fluktuatif pada kisaran Rp2,59 juta hingga Rp2,62 juta per gram. Tekanan pasar dipicu oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta tingginya ekspektasi suku bunga acuan global.
Di tingkat lokal, harga emas perhiasan di Bandar Lampung diperkirakan ikut tertahan atau sedikit menurun. Selain mengekor tren harga emas dunia dan Antam, patokan harga perhiasan di wilayah ini juga sangat dipengaruhi oleh kadar, biaya pembuatan, hingga margin dari masing-masing toko.
Kondisi pelemahan harga saat ini dinilai menjadi kesempatan tepat bagi masyarakat yang hendak berinvestasi jangka panjang untuk melakukan akumulasi pembelian secara bertahap. Sebaliknya, pemilik emas yang berniat menjual disarankan menunggu awal pekan guna mengamati potensi rebound saat sentimen global membaik.
| Jenis | Prediksi Harga |
|---|---|
| Antam 0,5 gram | Rp1.350.000–Rp1.365.000 |
| Antam 1 gram | Rp2.590.000–Rp2.620.000 |
| Antam 2 gram | Rp5.180.000–Rp5.240.000 |
| Antam 3 gram | Rp7.770.000–Rp7.860.000 |
| Antam 5 gram | Rp12.930.000–Rp13.100.000 |
| Antam 10 gram | Rp25.800.000–Rp26.100.000 |
| Harga buyback | Rp2.380.000–Rp2.410.000/gram |
| Kadar Emas | Prediksi Harga per Gram |
|---|---|
| 24 karat | Rp2.520.000–Rp2.660.000 |
| 23 karat | Rp2.400.000–Rp2.530.000 |
| 22 karat | Rp2.280.000–Rp2.410.000 |
| 21 karat | Rp2.160.000–Rp2.290.000 |
| 20 karat | Rp2.050.000–Rp2.170.000 |
| 19 karat | Rp1.950.000–Rp2.070.000 |
| 18 karat | Rp1.860.000–Rp2.000.000 |
| 17 karat | Rp1.740.000–Rp1.890.000 |
| 16 karat | Rp1.640.000–Rp1.780.000 |
Secara umum, penurunan harga emas tertahan oleh stabilnya permintaan fisik masyarakat di dalam negeri. Pada saat yang sama, perdagangan di toko-toko emas pada hari Minggu cenderung merujuk pada harga penutupan sebelumnya mengingat tiadanya perubahan signifikan pada acuan Logam Mulia.