BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih ke Sejumlah Daerah Terdampak Kekeringan

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Indonesia yang mulai dilanda kekeringan akibat fenomena hari tanpa hujan (HTH) selama musim kemarau pada Juni 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi wilayah terdampak meliputi Kabupaten Klaten, Pemalang, Boyolali, Grobogan, Banjarnegara, Cilacap, Pati, Bogor, Bekasi, Garut, Lombok Barat, hingga Timor Tengah Selatan.

"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Abdul Muhari juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama periode kemarau ini.

"BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Berdasarkan data BNPB, Kabupaten Grobogan telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla dari 1 Mei hingga 31 Oktober 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/418/2026.

"Status siaga darurat tersebut terhitung sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2026, sebagai dasar pelaksanaan langkah-langkah mitigasi dan penanganan dampak musim kemarau," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Krisis air di Grobogan berdampak pada 55 kepala keluarga di Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, yang kini telah menerima pasokan 10.500 liter air bersih dari BPBD setempat.

"Sebanyak 10.500 liter air bersih dipasok menggunakan tiga armada truk tangki," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Di Lombok Barat, NTB, kekeringan melanda lima kecamatan dengan total warga terdampak mencapai 4.245 kepala keluarga.

“Sebanyak 4.245 kepala keluarga (KK) terdampak kejadian ini, antara lain 1.357 KK di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong; 306 KK di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar; 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung; 630 KK di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan; serta 734 KK di Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis (25/6/2026).

BPBD Lombok Barat mengerahkan empat unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memfokuskan distribusi bantuan ke wilayah Kecamatan Kuripan.

“Masyarakat juga diharapkan menggunakan air bersih secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat apabila mengalami gangguan pasokan air bersih,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Di wilayah Jawa Tengah, BPBD Klaten mencatat 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan di Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo, dengan total akumulasi distribusi mencapai 121 tangki atau setara 605.000 liter air hingga 24 Juni 2026. Di Pemalang, kekeringan melanda tiga desa di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari yang berdampak pada 166 keluarga, sementara di Boyolali krisis air melanda 42 keluarga di Desa Ketoyan dan Desa Samiran.

Kekeringan juga terjadi di Banjarnegara yang berdampak pada 339 kepala keluarga, Cilacap berdampak pada 667 kepala keluarga, Kabupaten Bogor berdampak pada 1.141 kepala keluarga, Kabupaten Bekasi berdampak pada 2.172 kepala keluarga, serta Kabupaten Garut berdampak pada 350 kepala keluarga. Selain kekeringan, BNPB mencatat penanganan banjir rob di Pati yang mulai surut, karhutla seluas 50 hektare di Fakfak, karhutla 457,22 hektare di Kalimantan Tengah, tanah longsor di Timor Tengah Selatan, serta pemulihan pascagempa bumi di Sulawesi Tengah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author