OpenAI Buka Suara Terkait Gugatan Rahasia Dagang dari Apple
Presiden OpenAI Greg Brockman memberikan tanggapan resmi mengenai gugatan hukum yang dilayangkan Apple terkait tuduhan pencurian rahasia dagang perusahaan, dilansir dari Detik iNET pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Apple melayangkan gugatan terhadap OpenAI atas dugaan skema pengambilalihan informasi rahasia yang melibatkan mantan karyawannya. Pihak Apple menilai budaya bisnis perangkat keras OpenAI bermasalah karena menggunakan data curian.
Menjawab tuduhan tersebut dalam wawancara bersama Joanna Stern, Brockman menegaskan posisi independen organisasinya dalam mengembangkan inovasi teknologi.
"Saya akan mengatakan bahwa kami tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.
Pengembangan produk di internal organisasi dipastikan tetap berjalan sesuai visi awal tanpa mengandalkan kekayaan intelektual pihak luar.
"Kami sangat inovatif. Kami memikirkan berbagai hal dari sudut pandang kami sendiri. Dan itulah cara kami beroperasi dan itulah yang kami lakukan," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.
Gugatan Apple turut menyoroti rekrutmen mantan pegawainya yang diminta membagikan rahasia internal. Meski lini hardware OpenAI dikembangkan bersama mantan desainer Apple Jony Ive, namanya tidak tercantum dalam berkas perkara.
Brockman enggan memberikan rincian pasti mengenai jadwal peluncuran lini perangkat keras pertama buatan organisasinya karena batasan hukum yang sedang berjalan.
"Ini masih dalam proses litigasi aktif, jadi bukan sesuatu yang ingin saya bicarakan, tetapi yang bisa saya katakan adalah kami berkomitmen pada peta jangka panjang dan kami fokus pada pengembangan dan teknologi kami sendiri. Itulah yang kami minati," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.
Perangkat perdana OpenAI dirumorkan berupa pengeras suara pintar portabel tanpa layar sebagai pendamping AI. Saat ini perusahaan sedang merancang beberapa perangkat sekaligus dan mengembangkan chip mandiri untuk jangka panjang.