GSMA Imbau Indonesia Fokus Optimalisasi 5G Dibanding 6G
Indonesia disarankan tidak terburu-buru mengejar adopsi jaringan 6G dan lebih berfokus memaksimalkan potensi 5G untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dilansir dari Detik iNET pada Kamis (20/8/2026).
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluler Global (GSMA) memperkirakan standar 6G baru akan terbentuk pada 2028, sementara komersialisasi pertamanya diperkirakan berlangsung sekitar tahun 2030 di negara maju seperti Korea Selatan.
"6G akan mulai hadir. Namun, fokus saat ini sebenarnya adalah memastikan kita melakukan monetisasi dan mengubah 5G menjadi transformasi ekonomi yang bermakna," ujar Julian Gorman, Head of Asia Pacific GSMA.
Indonesia diimbau segera membangun ekosistem inovasi berfasilitas 5G yang menawarkan keunggulan latensi rendah, kapasitas besar, dan konektivitas sektor industri. GSMA menyoroti potensi keberhasilan adopsi 5G pada sektor strategis seperti pabrik, pelabuhan, dan bandara, layaknya era 4G yang melahirkan layanan digital lokal.
"Indonesia turut bergerak seiring dengan hal tersebut, mengikuti momentum yang ada secara umum. Dan menurut saya, kini Indonesia juga akan mulai menciptakan kasus penggunaan 5G yang spesifik bagi dirinya sendiri," kata Julian.
Di sisi lain, GSMA memproyeksikan sepertiga penduduk Indonesia bakal mengadopsi 5G pada akhir dekade ini, sedangkan jaringan 4G masih menopang sekitar 70 persen koneksi pada 2030. Saat ini Indonesia berada dalam tahap pembangunan dasar infrastruktur yang dipengaruhi oleh investasi, ketersediaan spektrum, dan harga perangkat.
Meskipun penetrasi 5G masih rendah, adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh ketersediaan spektrum frekuensi serta harga ponsel pintar yang kian melonjak akibat kenaikan biaya komponen global.
"Tidak semua orang membutuhkan 5G.," kata Jeanette Whyte, Head of Public Affairs and External Affairs APAC GSMA.
Secara regional, koneksi 5G di Asia Pasifik diprediksi menembus 1,5 miliar pada 2030 dengan total belanja modal operator melampaui 200 miliar dolar AS sepanjang 2025-2030. Indonesia diproyeksikan akan melewati fase 5G Standalone dan 5G Advanced sebelum melangkah ke era 6G.