Benjamin Netanyahu Tolak Rekonstruksi Gaza Tanpa Perlucutan Senjata

Share

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pembangunan kembali Jalur Gaza tidak akan dilaksanakan sebelum pembongkaran infrastruktur militer serta perlucutan senjata kelompok militan di wilayah tersebut selesai dilakukan.

Persyaratan ketat tersebut disampaikan Netanyahu di tengah situasi Gaza yang masih dilanda krisis kemanusiaan parah pasca-gencatan senjata rapuh sejak Oktober 2025. Dilansir dari Detikcom, pemimpin Israel tersebut menyatakan bahwa warga Gaza memiliki kebebasan untuk menetap atau pindah dengan syarat tidak menjadi ancaman bagi negaranya.

"Ancaman dari Gaza telah lenyap," kata Netanyahu dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (5/7) waktu setempat.

Penghapusan ancaman keamanan tersebut diklaim berhasil dicapai berkat zona penyangga yang dibangun militer Israel di dalam kawasan Jalur Gaza. Langkah pertahanan ini disebut telah memulihkan keamanan hingga memicu kembali permintaan hunian di area permukiman dekat perbatasan Gaza.

Kondisi di daerah kantong Palestina itu sendiri kini mulai luput dari perhatian global sejak eskalasi konflik meluas menjadi perang terbuka antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran pada akhir Februari lalu. Padahal, konfrontasi bersenjata yang pecah sejak Oktober 2023 ini telah menyeret kelompok Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Selain membahas situasi Gaza, Netanyahu juga memberikan perkembangan mengenai pertempuran pasukannya melawan Hizbullah di Lebanon selatan. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump memberikan keleluasaan penuh bagi operasi militer Israel.

"Ancaman dari Gaza telah dilenyapkan," kata Netanyahu dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (5/7) waktu setempat.

Pernyataan ini menegaskan posisi Israel yang tetap melanjutkan penindakan terhadap infrastruktur bawah tanah milik kelompok tersebut tanpa adanya imbauan menahan diri dari sekutu utamanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author