Kekeringan Melanda Karang Tengah Bogor Ratusan Warga Kesulitan Air
Sebanyak 555 warga di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih akibat dampak musim kemarau pada Selasa (7/7/2026). Krisis air bersih ini melanda dua kampung di wilayah tersebut setelah cadangan air dan sumber mata air menyusut drastis, seperti dilansir dari Detikcom. "Kekeringan dimulai dengan berkurangnya curah hujan secara drastis di wilayah Kecamatan Babakan Madang akibat musim kemarau panjang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Selasa (7/7/2026).
Penurunan cadangan air tersebut berdampak langsung pada pasokan harian masyarakat setempat.
"Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut," jelas M Adam Hamdani. Secara rinci, dampak kekeringan ini tersebar di Kampung Landeuh yang dihuni 50 KK atau 210 jiwa, serta Kampung Ciburial dengan 70 KK atau 345 jiwa.
"Korban terdampak di Kampung Landeuh sebanyak 50 KK (210 jiwa) dan di Kampung Ciburial sebanyak 70 KK (345 jiwa)," terang M Adam Hamdani. Merespons laporan dari warga yang mengalami kesulitan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor langsung mengirimkan bantuan kedaruratan.
"Untuk pasokan air bersih sudah didistribusikan oleh tim TRC BPBD Kabupaten Bogor dengan volume 10.000 liter," jelas M Adam Hamdani. Berdasarkan pemetaan petugas di lapangan, sumur-sumur warga di Kampung Ciburial hampir seluruhnya mengering sehingga mereka terpaksa mencari air ke kawasan Gunung Pancar. "Di Kampung Landeuh masih ada sumber air di beberapa sumur warga," pungkas M Adam Hamdani.