India Panggil Diplomat AS Setelah Penyerangan Kapal Settebello

Share

Kementerian Luar Negeri India memanggil diplomat senior Amerika Serikat di New Delhi setelah pasukan militer AS menyerang kapal tanker Settebello yang diawaki oleh warga negara India di Teluk Oman pada pekan ini.

Pemanggilan diplomat tertinggi AS, Kuasa Usaha Jason Meeks, dilakukan pada Rabu (10/6) untuk menyampaikan keberatan resmi dari pihak India, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Tiga pelaut asal India dipastikan tewas dalam insiden yang melibatkan penembakan amunisi presisi ke ruang mesin kapal tersebut.

Menteri Perkapalan India, Sarbananda Sonowal, mengonfirmasi mengenai status para awak kapal setelah upaya pencarian dilakukan. Sebanyak 21 dari total 24 awak berkewarganegaraan India yang berada di kapal berbendera Palau tersebut dilaporkan berhasil diselamatkan.

"Tiga pelaut India yang sebelumnya dilaporkan hilang kini dipastikan meninggal dunia setelah jenazah mereka ditemukan dan berhasil diidentifikasi," tulis Sonowal melalui akun X.

Pemerintah India langsung melakukan langkah koordinasi lanjutan guna menangani para penyintas yang selamat dalam serangan di jalur pelayaran komersial tersebut.

"Saya telah menginstruksikan para pejabat terkait untuk memastikan pemulangan segera para awak yang berhasil diselamatkan," kata Sonowal.

Di pihak lain, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengakui telah melakukan tindakan militer terhadap kapal Settebello yang sedang melintas di kawasan Teluk Oman tersebut.

"Sebuah pesawat militer AS menembakkan amunisi presisi ke ruang mesin kapal setelah awak kapal berulang kali gagal mematuhi instruksi dari pasukan Amerika," demikian bunyi pernyataan CENTCOM melalui media sosial.

Langkah penindakan ini merupakan bagian dari blokade sepihak AS sejak pertengahan April terhadap kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan ketegangan ini akan berdampak buruk jika negosiasi damai tertunda.

Aksi militer Amerika Serikat di kawasan perairan strategis itu langsung memicu respons negatif dan kecaman keras dari badan maritim internasional yang berwenang.

"Ini sama sekali tidak dapat diterima," kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.

IMO menekankan bahwa keselamatan para pelaut sipil yang bekerja di kapal komersial tidak boleh dikorbankan di tengah konflik antarnegara.

"Perlindungan terhadap para pelaut merupakan tanggung jawab bersama yang harus tetap menjadi prioritas utama," kata Dominguez.

Ketegangan diplomatik ini kian memuncak karena insiden Settebello merupakan serangan kedua terhadap kapal berawak India pada minggu yang sama, setelah sebelumnya kapal tanker Marivex juga ditembaki.

Pihak Kementerian Luar Negeri India menegaskan bahwa penargetan terhadap jalur perdagangan internasional seperti ini membahayakan stabilitas kawasan.

"Rangkaian insiden serangan terhadap kapal-kapal di kawasan ini sangat mengkhawatirkan dan merupakan konsekuensi langsung dari konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut," kata Kementerian Luar Negeri India pada Rabu.

Otoritas India meminta agar semua aksi kekerasan terhadap aset-aset komersial non-militer segera dihentikan demi menjaga keamanan jalur logistik global.

"Penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di kawasan ini harus segera dihentikan," kata Kementerian Luar Negeri India.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author