Harga Minyak Dunia Stabil Berkat Kelancaran Lalu Lintas Selat Hormuz

Share

Pasokan minyak di pasar global dalam jangka pendek mengalami peningkatan seiring semakin lancarnya lalu lintas kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pergerakan harga minyak mentah dunia menjadi stabil, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$68 per barel setelah sempat berfluktuasi pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent ditutup di bawah level US$72 per barel.

Selisih harga kontrak berjangka bulan terdekat dengan bulan berikutnya atau prompt spread sempat berbalik ke posisi contango tipis pada perdagangan hari Kamis. Situasi yang mengindikasikan terjadinya kelebihan pasokan ini menjadi yang pertama kalinya sejak November lalu.

Di sisi lain, volume ekspor minyak mentah Arab Saudi melonjak drastis hingga menyentuh angka 90% dari level sebelum perang. Hal tersebut dipicu oleh semakin banyaknya kapal tanker milik negara tersebut yang berhasil melintasi jalur perairan strategis itu.

Sepanjang pekan ini, pergerakan harga minyak terus mengalami penurunan akibat dampak positif dari rangkaian dialog yang berlangsung di Qatar antara pihak Amerika Serikat (AS) dan Iran. Negosiasi tersebut bertujuan untuk mengubah kesepakatan gencatan senjata sementara berdurasi 60 hari menjadi sebuah perjanjian perdamaian yang permanen.

Kesepakatan tersebut sebelumnya telah membuka kembali Selat Hormuz sebagai penghubung negara-negara produsen minyak di Teluk Persia ke pasar global. Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihak Iran telah menyetujui "hampir semua hal yang kami butuhkan" dalam proses negosiasi tersebut.

Pada pukul 06.01 waktu Singapura, minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,3% menjadi 68,46 dolar AS per barel. Kontrak berjangka ini tidak akan ditutup pada Jumat karena adanya libur nasional di Amerika Serikat.

Sementara itu, pergerakan minyak mentah Brent untuk pengiriman September ditutup naik 0,3% ke angka 71,80 dolar AS per barel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author