Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Ambruk 2 Tahun, Gubernur Pramono Janji Perbaiki

Share

Gedung SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan dibiarkan terbengkalai setelah ambruk sejak dua tahun lalu. Kondisi ini memaksa para siswa menumpang belajar di sekolah lain, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kerusakan fisik bangunan tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Penyangga atap dari besi tampak melintir, sementara pecahan genting, puing plafon, kayu, hingga buku pelajaran berserakan tertutup debu tebal di atas lantai.

Sejumlah meja dan kursi belajar masih berada di posisinya namun tertimbun reruntuhan. Sebanyak empat ruang kelas serta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tercatat mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat digunakan.

Dampak kerusakan ini mengharuskan sekitar 200 siswa menumpang di SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Imbasnya, jadwal kegiatan belajar mengajar bergeser ke siang hari mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Orang tua murid, Evi (33), mengeluhkan perubahan jam sekolah yang dinilai kurang nyaman bagi anak-anak. Perubahan jadwal ini juga membuat para siswa kehilangan waktu untuk mengikuti pendidikan agama atau mengaji di sore hari.

"Karena kan numpang jadi sekolah sore baru kita, jadinya anak-anak juga mungkin kurang nyaman namanya kita menumpang ya gitu kan. Jadinya anak-anak kurang untuk leluasalah," ucap orang tua siswa, Evi (33).

"Karena kan sekarang masuknya siang, jadi anak-anak yang tadinya ngaji sekarang jarang yang ngaji. Sudah dua tahun tidak ngaji lagi gitu. Kan ngajinya itu di sore, habis asar biasanya kan.

Kita kan di sini pulang sekolahnya jam 5, dari jam 1 sampai jam 5. Jadinya anak-anak di sore itu ya sudah untuk aktivitas agama jadinya nggak nyaman, kita belajar pun nggak nyaman. Jika siang gitu, pulang sore," keluhnya.

Evi menuturkan bahwa kerusakan awal mulai terlihat saat libur pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024. Struktur bangunan yang sempat miring pada pagi hari akhirnya roboh total diterpa hujan deras pada sore harinya.

"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," kata Evi.

"Warga sekitar aja yang (tahu), dari warga sekitar awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 atau jam 07.00-an lah, sekitar jam segitu. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung 'bruk' seperti ini. Pelan," cerita Evi.

"Nah, waktu ketika di sore hari hujan deras pada saat itu, tiba-tiba langsung 'bruk' gitu aja sih. Nah, kita semua juga dapat info dari warga ya kan, terus sudah di-up (infonya) sama sekolah juga dan kita juga sudah langsung mengetahuinya dari sekolah, gitu aja," tuturnya.

Para orang tua murid berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah. Mereka meminta renovasi gedung sekolah disegerakan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan tenang.

"Cuma kita ingin Pemprov DKI bisa tolong bantu untuk sekolah kami ini gitu kan, agar disegerakan, anak-anak agar bisa nyaman untuk belajar kembali seperti biasanya gitu," sebut Evi.

"Besar harapan kami gitu kan sebagai orang tua murid minta tolong untuk ya Gubernur khususnya ya kan untuk tindak lanjutnya sekolah kami ini gitu aja sih. Minta yang terbaik, yang terbaik sudah gitu aja kita," pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono memberikan respons terkait kondisi fasilitas pendidikan tersebut. Ia memastikan penanganan perbaikan bangunan sekolah akan segera ditindaklanjuti.

"Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," kata Pramono di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Pramono menjelaskan bahwa keterbatasan jangkauan pemantauan di wilayah Jakarta yang luas membuat isu-isu yang viral di masyarakat menjadi perhatian khusus untuk dituntaskan.

"Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," ujarnya.

"Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," tegasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author