Donald Trump Tegur Benjamin Netanyahu Terkait Eskalasi Konflik Israel Iran

Share

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan merenggang akibat eskalasi militer yang terus berlanjut antara Israel dan Iran, seperti dikutip dari Detikcom.

Ketegangan di Timur Tengah melonjak setelah Israel membom Beirut, yang kemudian dibalas Iran dengan gelombang serangan rudal ke wilayah utara Israel.

Donald Trump sempat menelepon Benjamin Netanyahu untuk meminta agar serangan rudal tersebut tidak dibalas, namun militer Israel tetap menggempur sistem pertahanan udara dan pabrik petrokimia Iran.

Donald Trump menyampaikan kekhawatirannya langsung kepada Benjamin Netanyahu mengenai dampak buruk jika perang dengan Iran terus dilanjutkan.

Melalui media Axios yang dilansir Reuters, Donald Trump memperingatkan bahwa Israel berisiko menghadapi konflik tersebut tanpa dukungan sekutu jika kembali memicu perang.

"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Trump.

Donald Trump juga meluapkan kejengkelannya di media sosial Truth Social dengan menuntut agar kedua belah pihak segera menghentikan aksi saling tembak.

Tanggapan Israel dan Pengumuman Jeda Serangan Sementara

Benjamin Netanyahu memberikan respons terhadap peringatan tersebut melalui siaran televisi nasional Israel mengenai hak pertahanan diri negaranya.

"Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menggunakannya sebagaimana mestinya," ujar Netanyahu.

Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa situasi di garis depan kini mulai terkendali setelah serangan balasan militer Israel ke Teheran.

"Sekarang, tembakan di garis depan terkendali, karena setelah kami menyerang rezim teroris di Teheran, mereka berhenti menyerang kami," ucap Netanyahu.

Benjamin Netanyahu juga memberikan ancaman balik jika pihak Iran memutuskan untuk kembali melakukan tindakan agresif.

"Jika Iran melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan penuh," tutur Netanyahu.

Pasca-eskalasi tersebut, kedua negara akhirnya mengumumkan penghentian sementara serangan militer, sementara jalur diplomasi tidak langsung terus berjalan.

"Jika Iran membuat kesalahan dan kembali menyerang kami, kami akan merespons dengan kekuatan," sebut Netanyahu.

Meskipun ada jeda, Benjamin Netanyahu memastikan bahwa operasi militer Israel terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon akan tetap berjalan.

Sebagai dampak dari penurunan tensi, Israel mulai membuka kembali sekolah-sekolah, dan Iran mencabut pembatasan wilayah udara untuk penerbangan sipil.

Namun, situasi belum sepenuhnya aman karena Iran masih memblokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi global, dan Israel terus menggempur posisi Hezbollah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author