Daftar Negara Paling Jujur dan Tidak Jujur Berdasarkan Studi Dompet Hilang

Share

Tingkat kejujuran masyarakat di berbagai penjuru dunia diuji melalui eksperimen sosial berskala internasional yang melibatkan ribuan dompet. Dilansir dari HaiBunda, riset ini mencoba membuktikan secara ilmiah sejauh mana warganya tergerak mengembalikan barang yang bukan miliknya.

Metode penelitian yang dilaporkan BBC Science Focus dilakukan dengan menyebarkan 17.003 dompet seolah-olah hilang. Dompet tersebut diserahkan kepada petugas di bermacam fasilitas publik serta tempat usaha di 355 kota dari 40 negara.

Peneliti kemudian mencatat proporsi pengembalian dompet di tiap lokasi. Hasil pengamatan menempatkan Swiss, Norwegia, dan Belanda di peringkat teratas sebagai kawasan dengan tingkat pengembalian dompet tertinggi.

Hasil bertolak belakang terjadi di Peru, Maroko, serta China yang berada di papan bawah. Eksperimen di China mencatatkan pengembalian dompet kosong sekitar 7 persen, sedangkan Peru mencatat 13 persen pengembalian untuk dompet yang berisi uang.

Sementara itu, Inggris dan Amerika Serikat menempati posisi tengah. Tingkat pengembalian dompet tercatat sebesar 52 persen di Amerika Serikat dan 50 persen di Inggris.

Berikut daftar sepuluh negara dengan tingkat pengembalian dompet tertinggi berdasarkan data riset:

Daftar 10 Negara Paling Jujur
Peringkat Negara
Swiss Norwegia
Belanda Denmark
Swedia Polandia
Republik Ceko Selandia Baru
Jerman Perancis

Adapun sepuluh negara dengan tingkat pengembalian dompet terendah mencakup urutan berikut:

Daftar 10 Negara Paling Tidak Jujur
Peringkat Negara
1 Turki
2 China
3 Maroko
4 Peru
5 Kazakhstan
6 Kenya
7 Malaysia
8 Uni Emirat Arab
9 Indonesia
10 Ghana

Faktor Ekonomi dan Variasi Metode Pengukuran

Pola hasil pengujian menunjukkan kecenderungan bahwa wilayah dengan perekonomian mapan mendominasi papan atas. Sebaliknya, kawasan berpenghasilan lebih rendah cenderung berada di deretan bawah.

Dorongan kebutuhan finansial disinyalir memicu warga di wilayah miskin untuk menyimpan barang temuan. Meski demikian, temuan ini tidak serta-merta menjadi tolok ukur mutlak karakter suatu bangsa.

Dosen Norwegian School of Economics, Dr. Jareef Martuza, menjelaskan bahwa aksi mengembalikan dompet dipengaruhi beragam variabel. Kepentingan pribadi, norma kebiasaan setempat, dan situasi spesifik lokasi turut memegang peranan.

Pengujian lain dengan metode berbeda menghasilkan variasi data yang kontras. Pada uji lempar koin tanpa pengawasan, tingkat kejujuran berkisar dari 3,4 persen di Inggris hingga 70 persen di China.

Uji coba tes daring dengan imbalan uang menunjukkan hasil berbeda lagi. Jepang menempati urutan paling jujur yang diikuti Inggris, sedangkan Turki berada di posisi terendah.

Keragaman hasil tersebut memperlihatkan bahwa tolok ukur kejujuran sangat bergantung pada instrumen riset yang digunakan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author