Model Australia Hamil Setelah 20 Kali IVF dan Perjuangan Panjang

Share

Model Australia Erin Holland berhasil hamil setelah menjalani 20 kali program bayi tabung (IVF) selama lima tahun, menghadapi keguguran dan kehamilan ektopik. Erin yang berusia 37 tahun dan suaminya, Ben Cutting, 39 tahun, mengumumkan kelahiran anak pertama mereka pada 18 Agustus melalui unggahan di Instagram. Dalam foto tersebut, keduanya tampak menggendong bayi mereka, serta memperlihatkan momen menyusui dan genggaman tangan bayi dengan orang tua.

Erin dan Ben menempuh 20 siklus IVF, lima kali pengambilan sel telur, tujuh kali transfer embrio, empat kali keguguran, dan satu kehamilan ektopik, menurut dilansir dari HaiBunda.

Erin mengatakan, "Bagian tersulit dari infertilitas dan kehilangan kehamilan adalah hilangnya kepolosan indah ketika melihat dua garis pada tes kehamilan," ujarnya. Perasaan bahagia saat pertama kali melihat dua garis berubah menjadi kewaspadaan seiring pengalaman keguguran yang dialami.

"Memasuki kali ketiga dan keempat, Anda mulai merasa seolah-olah hasil tes itu sedang mempermainkan Anda," tambah Erin. Selama kehamilan, Erin mengalami kecemasan yang tinggi karena trauma kehilangan janin sebelumnya.

"Saya merasa sepanjang waktu hanya menunggu sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, dan itu benar-benar menyedihkan," tuturnya. Namun, saat janin berkembang dengan baik, Erin mulai menikmati masa kehamilannya. "Sekarang saya mulai merasa bersemangat, dan itu menyenangkan. Apalagi kami sudah sejauh ini dalam kehamilan dan semuanya berjalan dengan baik," kata Erin Holland.

Pasangan ini memilih mengumumkan kehamilan pada usia kandungan 23 minggu, setelah merasa lebih yakin dengan kondisi janin.

Erin menyadari perjuangan mempertahankan kehamilan sama beratnya dengan mendapatkan kehamilan itu sendiri. "Saya belum sempat benar-benar membayangkan seperti apa rasanya menjadi seorang ibu karena selama bertahun-tahun fokusnya adalah bagaimana agar bisa hamil dan mempertahankan kehamilan," ujarnya. Perjalanan ini juga menelan biaya sekitar 150.000 dolar Australia atau sekitar Rp1,5 miliar untuk berbagai prosedur IVF yang dijalani pasangan tersebut.

Erin menyatakan setelah membagikan kisahnya, ia mengetahui banyak orang menghadapi perjuangan serupa secara diam-diam.

"Keberhasilan mendapatkan kehamilan tidak otomatis menghapus seluruh kekhawatiran yang ada," kata Erin. Ia menambahkan, "Seseorang yang mengalami kesulitan hamil masih dapat menghadapi tantangan selama kehamilan, persalinan, hingga masa awal kehidupan anak."

"Saya hanya terus menunggu datangnya bencana berikutnya, dan saya tahu itu terdengar buruk," imbuhnya. Kisah perjuangan Erin Holland dan Ben Cutting menjadi pengingat bahwa setiap pasangan memiliki perjalanan berbeda dalam mendapatkan keturunan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author