BEM UI Siapkan Seribu Massa Demo di Bundaran HI

Share

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terpantau ramai lancar menjelang aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan laporan pandangan mata Okezone hingga pukul 10.40 WIB, kelompok massa mahasiswa belum tiba di lokasi aksi, namun aparat gabungan TNI-Polri sudah bersiaga di sekitar Bundaran HI. Para pengendara dari arah Jalan Sudirman maupun Jalan MH Thamrin masih dapat melintas dengan normal tanpa adanya antrean kendaraan yang mengular.

Aksi turun ke jalan ini digelar oleh pihak BEM UI sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi perekonomian domestik saat ini. Kelompok mahasiswa menilai kebijakan dan kondisi ekonomi nasional belum berpihak kepada kesejahteraan masyarakat umum.

"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/5/2026).

Yatalathof Ma'shum Imawan menyatakan situasi kebangsaan saat ini bukan lagi sekadar permasalahan perbedaan politik biasa, melainkan sudah merugikan seluruh lapisan masyarakat. Pihak mahasiswa juga menyoroti sikap otoritas pemerintahan yang dinilai minim akuntabilitas dan empati terhadap keresahan warga.

"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.

Melalui rilis resminya, BEM UI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan karena demonstrasi ini berpotensi memicu kemacetan lalu lintas di area Bundaran HI. Kendati demikian, gerakan ini dinilai penting demi menyuarakan hambatan mobilitas sosial masyarakat yang sudah berlangsung lama.

"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa hours. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.

Aksi penyampaian pendapat ini diperkirakan akan melibatkan lebih dari 1.000 orang massa. Perwakilan mahasiswa menegaskan terdapat lima tuntutan utama yang akan dibawa dan disampaikan langsung kepada pihak pemerintah dalam unjuk rasa hari ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author