Kim Jong Un Pamerkan Fasilitas Produksi Bahan Nuklir Baru Korea Utara
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memamerkan fasilitas produksi bahan nuklir baru yang diklaim sebagai langkah krusial untuk memperluas persenjataan nuklir negara tersebut. Pengumuman ini mencuat di tengah merebaknya laporan bahwa Presiden China Xi Jinping kemungkinan akan melawat ke Pyongyang dalam beberapa minggu mendatang.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada hari Kamis (4/6) bahwa Kim Jong Un telah mengunjungi "pabrik produksi bahan nuklir yang baru saja diresmikan" pada Rabu (3/6). Kendati demikian, media resmi pemerintah Korut tersebut tidak mengungkap lokasi pasti dari fasilitas militer itu, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.
Foto-foto yang dirilis oleh KCNA memperlihatkan Kim tengah menginspeksi ruang produksi yang tampak seperti fasilitas pengayaan uranium. Sejumlah analis militer menduga bahwa pabrik baru tersebut berada di dalam kompleks nuklir utama Korut yang berlokasi di Yongbyon.
Laporan dari Pyongyang ini muncul di saat pemerintahan Donald Trump di Washington tengah kewalahan menjaga jalur perundingan damai dengan Teheran. Situasi kian pelik setelah AS dan Iran saling meluncurkan serangan skala kecil dalam beberapa hari terakhir, yang menandai bentrokan paling serius sejak gencatan senjata berlaku April lalu.
Ketegangan yang membara di Timur Tengah ini pun memaksa AS untuk menggeser sebagian aset militernya keluar dari kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa bulan terakhir. Pengungkapan ini juga terjadi di tengah spekulasi bahwa Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi Pyongyang.
Saat terakhir kali berkunjung ke Korut pada 2019, Xi mengatakan kepada Kim bahwa dunia menginginkan kemajuan dalam pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington. Donald Trump dan Kim telah bertemu tiga kali selama masa jabatan pertama presiden AS tersebut. Namun, rangkaian pertemuan itu gagal meyakinkan Kim untuk mengurangi program senjata nuklir Korut.
Menurut laporan KCNA, Kim mengatakan kapasitas produksi "bahan nuklir kelas senjata" Korut telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam Include lima tahun terakhir. Ia juga memperkenalkan "pedoman tindakan" untuk semakin mempercepat "penguatan kualitas dan kuantitas" kekuatan nuklir negaranya. KCNA tidak menjelaskan lebih lanjut rincian pedoman tersebut.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi sebelumnya memperingatkan bahwa Korut telah secara signifikan meningkatkan kapasitasnya untuk memproduksi senjata nuklir dan memperkuat aktivitas di berbagai fasilitas utama.
"Dengan ambisi nuklir Iran yang secara efektif berhasil ditekan, Korea Utara tampaknya bertekad menegaskan bahwa mereka sudah merupakan negara yang secara de facto memiliki senjata nuklir," kata Yang Moo-jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul.