Emmanuel Macron Desak AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak tercapainya kesepakatan segera antara Amerika Serikat dan Iran guna menghentikan perang yang berkecamuk sejak akhir Februari 2026. Penegasan tersebut disampaikan Macron demi memanfaatkan momentum deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah saat ini, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (1/6).
Langkah diplomatik ini diambil Macron setelah berkomunikasi via telepon dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah pada Minggu (31/5). Mereka yang dihubungi adalah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
"Sangat penting agar kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tercapai dengan cepat. Kesempatan ini harrus dimanfaatkan sekarang," kata Macron.
Pemimpin Prancis tersebut menggarisbawahi sejumlah poin krusial yang harus segera diimplementasikan demi stabilitas kawasan internasional tersebut.
"Prioritas utama haruslah penyelesaian gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz segera, tanpa prasyarat apa pun dan sesuai dengan hukum internasional," cetus Macron.
Setelah poin-poin tersebut disepakati, Macron menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan harus dilakukan guna membahas isu nuklir, rudal balistik, hingga keamanan regional secara menyeluruh. Prancis juga siap mengirim misi maritim multinasional independen guna memastikan keamanan di Selat Hormuz.
Beralih ke konflik di wilayah lain, Macron menyoroti ketegangan militer yang melibatkan pertempuran bersenjata di wilayah Lebanon selatan.
"Tidak ada alasan yang dapat membenarkan eskalasi besar-besaran yang saat ini terjadi di Lebanon selatan," tegas Macron.
Macron juga menyerukan penghentian pertempuran secara permanen di wilayah tersebut.
"Prancis akan terus mendukung pemerintah Lebanon dalam upaya mereka untuk memulihkan kedaulatan negara dan integritas wilayah negara tersebut," ucap Macron.
Upaya diplomasi ini berlanjut lewat komunikasi langsung dengan kepemimpinan Amerika Serikat pada Minggu (31/5) malam. Macron mendorong Presiden AS Donald Trump untuk konsisten mengupayakan perdamaian dengan pihak Iran.
"Saya menyambut baik upaya-upaya teguh yang dilakukannya untuk segera mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang merupakan kesempatan unik untuk membangun kerangka keamanan baru yang menyatukan semua pihak yang berkepentingan, guna memungkinkan stabilisasi kawasan yang berkelanjutan," kata Macron.
Di sisi lain, Iran menetapkan prasyarat ketat terkait situasi di Lebanon selatan sebelum menyepakati perjanjian apa pun dengan pihak AS. Hal ini terjadi setelah militer Israel menguasai benteng bersejarah di wilayah tersebut dalam operasi darat melawan Hizbullah.
"Saya juga menyambut baik komitmen Presiden Trump terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, dan menggarisbawahi pentingnya gencatan senjata yang kuat dan dukungan kolektif kita untuk otoritas Lebanon," tutur Macron.