Fadli Zon Ajak Masyarakat Pelajari Sejarah Lewat Arsip Filateli

Share

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajak masyarakat untuk membaca serta memahami sejarah bangsa melalui arsip filateli yang merekam berbagai peristiwa penting perjalanan Indonesia. Agenda ini dilansir dari Detikcom melalui Orasi Publik Filateli di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian pameran filateli bertajuk 'Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942-1945)'. Pameran ini bertujuan memperluas pemahaman publik mengenai filateli sebagai arsip sejarah dan kebudayaan.

Fadli Zon menegaskan bahwa prangko, surat, dan dokumen pos menyimpan jejak perubahan sosial, politik, serta kebudayaan. Medium ini dinilai efektif untuk mendekatkan masyarakat dengan sejarah melalui sumber yang autentik.

"Melalui arsip filateli, kita dapat melihat berbagai tanda zaman yang merekam perubahan sosial, politik, dan kebudayaan dalam perjalanan bangsa. Prangko, surat, dan dokumen pos bukan sekadar benda koleksi, tetapi juga sumber pengetahuan yang membantu kita membaca sejarah secara lebih utuh," ujar Fadli, dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Masyarakat juga diajak melihat periode pendudukan Jepang sebagai episode sejarah yang penting dan kompleks. Masa tersebut tidak hanya menghadirkan penderitaan, tetapi juga menjadi bagian dinamika global yang membuka jalan bagi kemerdekaan.

"Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk hitam dan putih. Karena itu, generasi masa kini perlu melihat berbagai dinamika yang terjadi pada masa tersebut secara kritis, berdasarkan fakta dan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Fadli.

Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan acara ini dengan menggandeng Pemerintah Kota Semarang, Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, dan Rumah PoHan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya arsip nasional.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi, terutama kepada generasi muda, tentang sejarah kita. Arsip, prangko, dan berbagai budaya material yang ditampilkan dapat membantu masyarakat memahami perjalanan bangsa Indonesia secara lebih dekat dan nyata," kata Fadli.

Fadli Zon bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut menandatangani dua sampul peringatan. Agenda ini meliputi Sampul Peringatan 479 Tahun Kota Semarang dan Sampul Peringatan Pameran Filateli tersebut.

Kolaborasi ini menjadi simbol penguatan memori kolektif bangsa sekaligus mendukung pengembangan filateli sebagai media edukasi. Fadli Zon kemudian meresmikan langsung pameran yang berlokasi di Rumah PoHan tersebut.

Koleksi yang dipamerkan memperlihatkan dinamika kehidupan masyarakat era 1942-1945 melalui dokumen pos bersejarah. Langkah ini memicu publik untuk memandang filateli lebih dari sekadar benda koleksi biasa.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran ini. Menurutnya, acara tersebut memberi nilai tambah bagi Kawasan Kota Lama Semarang sebagai pusat budaya.

"Pameran ini memperkaya Kota Lama Semarang. Kehadiran berbagai koleksi dan arsip bersejarah menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk semakin mengenal sejarah bangsa," ujar Agustina.

Acara ini dihadiri oleh Executive Vice President Kantor Regional IV Jateng dan DIY PT Pos Indonesia Agus Aribowo dan Sekjen PFI Mahpudi. Hadir pula jajaran pemerintah daerah dari Jateng, Yogyakarta, Salatiga, hingga Sleman.

Sejumlah pejabat pendamping yang hadir bersama Menbud meliputi Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko dan Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana. Kepala BPK Wilayah Jabar Retno Raswaty, Kepala BPK Wilayah Jateng Nahar Cahyandaru, serta BPK Wilayah DIY Riris Purbasari juga turut mendampingi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author