Iran Tuding Donald Trump Khianati Diplomasi Lewat Blokade Maritim

Share

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengkhianati diplomasi untuk ketiga kalinya melalui kelanjutan blokade angkatan laut terhadap Iran pada Sabtu (30/5/2026). Pengumuman ketegangan diplomatik kedua negara ini dilansir dari Detikcom.

Tindakan Washington yang terus melanjutkan blokade maritim dan mengajukan tuntutan berlebihan dalam negosiasi dinilai menjadi bukti kegagalan diplomasi tersebut. Pernyataan kritis ini disampaikan langsung oleh Rezaei melalui akun media sosial pribadinya.

"Like as predicted, the President of the US betrayed diplomacy for the third time," tulis Mohsen Rezaei, Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran.

Mantan kepala komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut menilai tindakan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka sedang mengejar tujuan lain di luar perundingan damai.

"With continuing the maritime blockade and proposing excessive demands in negotiations, he has proven more than ever that he is not a negotiator and is pursuing other goals," imbuh Mohsen Rezaei, Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran.

Sebelumnya, Rezaei juga sempat memberikan peringatan keras mengenai posisi militer Iran di wilayah perbatasan laut. Pihaknya menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah tegas jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.

"Iran will break the blockade through negotiations or, if not, through direct action," kata Mohsen Rezaei, Mantan Kepala Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ia menambahkan bahwa pihak Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan negosiasi ulang. Menurutnya, melanjutkan konflik bersenjata hanya akan membawa Washington ke situasi yang merugikan.

"America has no choice but to negotiate, and continuing this war will lead them into a very dark tunnel," tutur Mohsen Rezaei, Mantan Kepala Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pihak militer Iran mengklaim telah mengawasi seluruh pergerakan pasukan Amerika Serikat di sekitar wilayah mereka secara ketat.

"America is coming towards us in the dark, while we monitor their every move," kata Mohsen Rezaei, Mantan Kepala Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya sedang mempersiapkan keputusan krusial terkait hubungan bilateral dan potensi konflik dengan pihak Teheran.

"I am meeting now, in the Situation Room, to make a final decision," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat menetapkan syarat ketat berupa pelarangan kepemilikan senjata nuklir bagi Iran serta jaminan pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Donald Trump juga menegaskan tindakan yang akan diambil terhadap fasilitas nuklir negara tersebut.

"will be excavated by the United States… in close coordination and cooperation with the Islamic Republic of Iran, plus the International Atomic Energy Agency, and DESTROYED," tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author