PLN Pasok Listrik Data Center Rp88 Triliun di Batam
PT PLN Batam resmi menjalin kerja sama dengan PT Equator Gate System Batam melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik untuk memasok energi pusat data berskala besar di Nongsa, Kota Batam, pada Selasa (26/5/2026).
Langkah strategis ini ditujukan guna memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan koridor infrastruktur digital global bersama Singapura dan Johor, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Infrastruktur energi yang andal dinilai menjadi magnet utama bagi para investor industri teknologi informasi, sehingga PLN Batam ditargetkan mampu memberikan pasokan listrik yang stabil serta berkelanjutan.
"BP Batam menyambut baik komitmen investasi megaproyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan data center, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing," ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra.
Pemerintah daerah memproyeksikan proyek ini mampu membawa dampak pengganda bagi masyarakat luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga peningkatan kompetensi talenta lokal di bidang teknologi.
"Kesiapan energi merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam, khususnya untuk sektor berbasis teknologi dan digital. Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital di kawasan," katanya.
Manajemen penyedia energi menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh transformasi Batam sebagai kawasan investasi strategis nasional melalui penyediaan listrik yang terukur.
"Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam. PLN Batam hadir untuk memastikan bahwa kebutuhan energi bagi pengembangan data center dapat dipenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo.
Sinergi yang kokoh antara penyedia energi dan otoritas pelaksana setempat dianggap sebagai elemen krusial dalam menciptakan kemudahan iklim investasi teknologi.
"Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BP Batam atas dukungan dan sinergi yang selama ini terus terjalin dengan baik," jelasnya.
Proyek infrastruktur digital canggih tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare dengan nilai investasi mencapai US$ 5 miliar atau setara Rp 88 triliun.
Fasilitas ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan modern seperti pemrosesan kecerdasan buatan, machine learning, serta cloud computing di Asia Tenggara.
"Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur data center yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi.