Qatar Pulihkan Sektor Pariwisata Setelah Gangguan Konflik Kawasan
Pemerintah Qatar mulai memulihkan sektor pariwisata domestik setelah sempat terganggu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang mengacaukan jalur penerbangan regional dalam beberapa bulan terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Kondisi pariwisata di negara tersebut kini dilaporkan telah kembali normal serta aman untuk dikunjungi oleh seluruh wisatawan internasional.
"Kami telah melewati masa sulit. Jujur saja, ini adalah situasi yang belum pernah kami alami sebelumnya," kata CEO Visit Qatar, Abdulaziz Ali Al-Mawlawi dilansir dari Euronews, Sabtu (23/5/2026).
Otoritas pariwisata setempat menilai bahwa pengalaman dalam menghadapi pandemi global beberapa tahun lalu membuat kesiapan negara menjadi lebih matang dalam mengatasi krisis terbaru ini.
"Saya selalu mengingat masa COVID ketika kami melalui situasi yang sangat sulit, tetapi kami berhasil bangkit lebih kuat dan lebih tangguh," ujar Abdulaziz Ali Al-Mawlawi.
Saat krisis tersebut mulai memuncak, terdapat lebih dari 12 ribu wisatawan internasional berada di Qatar, termasuk sekitar 8 ribu penumpang transit yang tertahan akibat gangguan jadwal penerbangan.
Dampak penutupan sementara Selat Hormuz juga berimbas pada tertahannya sekitar 5 ribu penumpang beserta kru kapal pesiar yang tengah bersandar di Pelabuhan Doha.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah setempat mengaktifkan layanan hotline 24 jam dan memanfaatkan aplikasi WhatsApp serta media sosial untuk menyebarkan informasi darurat.
Langkah penanganan dilanjutkan dengan menyediakan penampungan pada 194 hotel bagi wisatawan terdampak, di mana seluruh biaya penginapan dan logistik selama 15 hari ditanggung penuh oleh Qatar Tourism.
"Kami memberikan perpanjangan visa, penginapan gratis di hotel, dan makan gratis untuk seluruh wisatawan kami saat itu karena kami ingin memastikan para tamu merasa seperti berada di rumah sendiri," ungkap Abdulaziz Ali Al-Mawlawi.
Sebanyak 8 ribu visa darurat juga diterbitkan bagi para penumpang transit yang tertahan di Bandara Internasional Hamad guna mempermudah proses pemulangan mereka.
Saat ini, pemulihan pariwisata digenjot melalui kampanye musim panas bertajuk Hala Summer yang akan berlangsung hingga September 2026 dengan menawarkan berbagai paket resor, wisata pantai, hiburan, dan konser musik.
Sejumlah agenda besar juga disiapkan pada akhir tahun, meliputi penampilan musisi internasional, ajang balapan Formula 1 Qatar Airways Grand Prix, hingga Doha Jewellery & Watches Exhibition.
Sektor penerbangan melalui maskapai Qatar Airways turut memperluas jaringan internasionalnya ke lebih dari 160 destinasi mulai 16 Juni 2026, termasuk membuka rute baru ke Caracas dan Bogota pada Juli mendatang.
Maskapai tersebut juga dijadwalkan mengaktifkan kembali rute penerbangan langsung Doha-Helsinki mulai 15 Juli 2026 dengan frekuensi empat kali seminggu sebelum ditingkatkan menjadi tujuh kali seminggu pada Agustus.