BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Berlangsung Hingga Oktober

Share

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi intensitas El Nino mencapai 75 persen atau kategori sangat kuat pada pertengahan Juli 2026, yang berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026, dilansir dari Detikcom.

Puncak musim kemarau diproyeksikan didominasi pada bulan Agustus yang mencakup 369 Zona Musim atau 48,48 persen wilayah. Sementara itu, bulan Juli mencakup 83 Zona Musim dan bulan September mencakup 169 Zona Musim.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan penanganan dampak iklim ini membutuhkan kolaborasi lintas lembaga di tingkat daerah.

"BMKG secara aktif berkomunikasi, berkoordinasi, serta melakukan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah, seperti pemerintah daerah (pemda), Forkopimda, BPBP, dan semua pihak yang membutuhkan informasi yang lebih detail dan bagaimana cara memitigasi serta beradaptasi terkait dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini," ujar Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.

Menghadapi kondisi kekeringan tersebut, lembaga meteorologi ini merilis sejumlah rekomendasi strategis bagi sektor-sektor terdampak. Sektor pertanian diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman tahan kering, sementara pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air diminta memastikan kapasitas air bendungan tetap aman.

Selain optimalisasi sumber air cadangan, pemerintah daerah diwajibkan menyiapkan respons cepat antisipasi polusi udara pemicu ISPA. Pada sektor pengelolaan lahan, pemantauan dini dan patroli terpadu terus disiagakan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author