Polisi Pastikan Unggahan Viral Teror Pocong di Depok Merupakan Hoaks

Share

Unggahan viral mengenai penampakan sosok misterius yang diklaim sebagai pocong kembali memicu kehebohan di wilayah Depok, Jawa Barat. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak kepolisian, kabar yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan sebagai berita bohong atau hoaks.

Kabar bohong ini awalnya merebak di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok, sekitar April lalu, seperti dilansir dari Detikcom pada Minggu (24/5/2026). Isu bermula saat sebuah foto yang memperlihatkan sosok putih di depan rumah warga dikirimkan ke dalam grup WhatsApp lingkungan RT.

Situasi semakin ramai dibicarakan setelah muncul selentingan bahwa sosok tersebut berkeliling hingga ke Gang Nangka. Narasi yang berkembang di tengah masyarakat bahkan mengeklaim adanya warga yang mengalami kesurupan setelah dihampiri, dengan cerita bahwa sosok tersebut meminta dilepaskan tali pengikatnya.

Merespons keresahan warga mengenai dugaan teror tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Bojongsari segera turun tangan. Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari langsung menerjunkan sejumlah personel untuk memverifikasi kebenaran isu yang beredar.

Petugas kepolisian akhirnya memastikan bahwa kabar mahluk halus keliling tersebut sama sekali tidak benar pada Jumat (24/4) malam. Keputusan ini diambil setelah aparat melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama dengan tokoh masyarakat setempat.

"Kami sudah cek, bersama ketua RT setempat dan berita tersebut adalah hoax," ujar Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari.

Pemeriksaan secara fisik dilakukan di area RT 04/RW 04, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok. Pihak pengurus lingkungan setempat juga memberikan pernyataan tegas untuk meredam kepanikan warga terkait informasi palsu tersebut.

"Kami ketua lingkungan RT 04/RW 04 Kelurahan Pasir Putih, kami mau menyampaikan bahwa saat ini berita viral yang ada di medsos tentang pocong bahwa ini tidak benar," ujar Ketua RT setempat.

Penyebaran berita bohong mengenai isu supranatural ini turut menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok. Wali Kota Depok Supian Suri secara khusus menyinggung persoalan ini saat menyampaikan pidato dalam upacara HUT ke-27 Kota Depok pada Senin (27/4/2026).

Supian Suri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyaring dan menghentikan penyebaran informasi palsu. Sembari berkelakar, ia menyebut perkembangan pembangunan kota membuat narasi-narasi mistis semacam itu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi geografis saat ini.

"Tolong bantu kami untuk juga mengeliminir hoax yang ada di Kota Depok. Kemarin muncul hoax baru, bergentayangan pocong di Depok," ujar Supian.

"Saya minta tolong, kayanya pocong sudah nggak berani gentayangan di Kota Depok karena hampir semua sudut Kota Depok sudah jadi rumah," sambungnya.

Kepala daerah tersebut juga mengingatkan kembali mengenai berbagai rumor bernuansa gaib yang kerap dikaitkan dengan wilayahnya pada masa lalu. Ia menegaskan bahwa semua cerita menyeramkan yang pernah viral tersebut tidak memiliki dasar visual dan bukti yang valid.

"Jadi saya minta tolong, jangan Depok terus di-bully dengan hal-hal yang sebenarnya sudah tidak ada. Nggak ada keranda terbang di Kota Depok, nggak ada babi ngepet di Kota Depok. Nggak ada juga pocong keliling di Kota Depok," katanya.

Modus Manipulasi Foto Digital di Wilayah Tapos

Meskipun sudah ada imbauan resmi dari otoritas daerah, isu serupa kembali mencuat di lokasi yang berbeda. Kali ini, sebuah foto memperlihatkan sesosok bayangan putih yang dinarasikan sedang duduk santai di area teras rumah warga di kawasan Tapos, Depok.

Berdasarkan data dari unggahan yang viral, peristiwa itu diklaim terjadi di Jalan Al Ikhlas, Jatijajar, Tapos, Depok pada Sabtu (23/5) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kabar burung tersebut menyatakan bahwa sosok mistis itu telah berhasil diamankan oleh warga setempat.

Mendapat laporan baru, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono menyatakan bahwa jajarannya langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil konfirmasi dengan saksi mata di lapangan, foto yang menghebohkan tersebut dipastikan sebagai hasil manipulasi digital.

"Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax," ujar Jupriono.

Pihak berwajib memaparkan bahwa objek asli di dalam foto tersebut merupakan aktivitas warga biasa yang sedang beristirahat. Namun, gambar dokumentasi kegiatan keagamaan tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan efek visual.

"Itu adalah editan, menurut keterangan Ustaz Agus Salim, itu foto selesai salat Magrib sembari nunggu salat Isya ngobrol di teras musala. Namun, dengan orang yang tidak bertanggung jawab diedit ada pocongnya," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: depok hoaks polisi sawangan viral
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author