Lulusan UT Austin Ungkap Pengalaman Ditahan di Imigrasi Texas

Share

Seorang lulusan University of Texas at Austin bernama Otofu Ayaku membagikan kisah penahanan dirinya selama sebulan di fasilitas imigrasi wilayah Houston sebelum dibebaskan untuk mengikuti prosesi wisuda.

Dilansir dari kut.org, Ayaku ditangkap saat razia lalu lintas pada Maret 2026 dan dibawa ke Penjara Austin County di Bellville, meski memiliki dokumen resmi tinggal di Amerika Serikat. Ia kemudian dipindahkan ke Montgomery Processing Center dan Houston Contract Detention Facility sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan dan gelang pemantau kaki.

Ayaku menguraikan kondisi ruang tahanan besar yang ia tempati bersama sekitar 40 imigran lain dari berbagai belahan dunia seperti Afrika, Karibia, dan Asia Selatan.

"I would say that my experience in detention was dystopian," kata Ayaku menggambarkan situasi tanpa privasi tersebut. "Dystopian in the sense that you're living, but you don't really have control over anything."

Selama berada di dalam fasilitas, Ayaku menjalin hubungan pertemanan dengan sesama tahanan yang saling membantu melewati waktu penahanan dengan membuat kerajinan tangan dari kantong plastik.

"I made a bunch of friends," ujar Ayaku mengenai interaksinya di dalam tahanan. "They call me. I can't call them."

Ayaku juga menyatakan bahwa perbedaan utama antara dirinya dan para tahanan lain saat ini hanyalah status kebebasannya, sementara perjuangan hukum mereka tetap sama.

"Honestly, the only difference between [the other detainees] and me right now is that I'm out and they're in," kata Ayaku. "But we're all fighting cases. It's just easier to do it when you're not in detention."

Menurut Ayaku, banyak imigran di dalam fasilitas tersebut dihadapkan pada pilihan sulit antara bertahan di tahanan tanpa kepastian atau sukarela meninggalkan negara.

"They call it 'going home,'" tutur Ayaku mengenai istilah para tahanan. "To the people being detained, home is wherever they were picked up from."

Meski tuduhan kriminalnya telah digugurkan, kasus imigrasi Ayaku masih berjalan, dan saat ini ia dibantu oleh kelompok lokal Indigo Collective untuk biaya hukum serta sedang menyelesaikan tugas kuliah yang tertinggal bersama pihak UT.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author