Kepala BGN Naniek Sudaryati Deyang Mundur Berobat Jantung

Share

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek Sudaryati Deyang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri pada Rabu (22/7), dilansir dari Detik Health.

Sebelum bertolak ke luar negeri, Naniek telah menyampaikan pamit serta permohonan maaf secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait keputusannya tersebut.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," kata Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Naniek menegaskan bahwa langkah pengobatan ke luar negeri tersebut diambil bukan karena ketidakpercayaan terhadap dokter dalam negeri, melainkan demi mendapatkan opsi medis kedua.

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," ujar Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Ia mengungkapkan bahwa keinginannya untuk mundur dari posisi pimpinan BGN murni didasari alasan pemulihan kondisi kesehatan secara optimal.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," kata Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Presiden Prabowo telah merestui pengunduran diri tersebut, namun Naniek tetap diminta membantu pengawasan jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai calon ketua dewan pengawas.

"Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya diminta menjadi ketua dewan pengawasnya," ujar Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Terkait peran barunya nanti, Naniek berseloroh masih sanggup menjalankan fungsi pengawasan selama tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan lembaga.

"Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," kata Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Sebagai sosok yang mendampingi Prabowo selama 14 tahun, Naniek menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung penuh program prioritas MBG.

"Empat belas tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga menjaga kesehatan mereka," ujar Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Naniek membantah tuduhan yang menyebutkan program MBG ditujukan untuk kepentingan Pemilu 2029 karena mayoritas sasaran penerimanya adalah balita dan siswa SD.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi, tahun 2029, mereka belum nyoblos," kata Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Sebelum mundur, Naniek mengeklaim telah memulai reformasi tata kelola BGN dengan mengganti lima pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga profesional, serta membentuk 11 tim reformasi untuk membenahi efisiensi anggaran dan tata kelola program MBG.

"Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya. Mari kita dukung program MBG. Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," ujar Naniek Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author