Kemenkop Kelola Anggaran Rp 1,2 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengumumkan total anggaran belanja Kementerian Koperasi pada tahun anggaran 2025 melonjak hingga mencapai Rp 1,2 triliun untuk merealisasikan program prioritas koperasi desa, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat pada Rabu (15/7/2026).
Dilansir dari Detik Finance, lonjakan dana ini terjadi setelah Kementerian Koperasi memperoleh tambahan anggaran belanja sebesar Rp 744,44 miliar, meskipun sebelumnya pagu anggaran sempat dipangkas menjadi sebesar Rp 317 miliar akibat kebijakan efisiensi.
"Dengan demikian, total anggaran Kementerian Koperasi tahun 2025 meningkat menjadi Rp 1,217 triliun untuk pelaksanaan program prioritas koperasi desa Kurahan Merah Putih," ujar Ferry dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Peningkatan alokasi ini turut dipengaruhi oleh persetujuan usulan pembukaan blokir anggaran sebesar Rp 91,38 miliar dari total usulan awal Rp 155,83 miliar, sehingga menyisakan anggaran yang diblokir sebesar Rp 64,45 miliar.
"Dengan demikian, Pagu Kementerian Koperasi tahun anggaran 2025 meningkat dari pagu awal sebesar Rp 473,31 miliar menjadi Rp 1.217.754 triliun atau naik 157,26%," jelas Ferry.
Kenaikan ini didominasi oleh belanja barang yang melonjak hingga Rp 1,12 triliun untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Selain itu, belanja modal naik menjadi Rp 17,32 miliar serta belanja pegawai merangkak ke angka Rp 79,50 miliar.
"Sampai dengan 31 Desember 2025, realisasi anggaran Kementerian Koperasi mencapai Rp 1,006 triliun atau 87,25 persen dari pagu efektif sebesar Rp 1,15 triliun," tambah Ferry.
Kendati realisasi cukup tinggi, Kemenkop menghadapi kendala dalam penyaluran dana dekonsentrasi sebesar Rp 652,69 miliar yang tersebar di seluruh provinsi untuk melatih pengurus KDKMP dan penyediaan tenaga pendamping.
"Beban pekerjaan dan sebaran KDKMP yang ada di Indonesia menjadi tantangan untuk mengeksekusi pendampingan dan pelatihan khususnya bagi wilayah yang luas," beber Ferry.
Selain program KDKMP, Kemenkop mencatat pencapaian strategis lain sepanjang 2025 seperti penyusunan DIM RUU Perkoperasian serta pelibatan 69 koperasi dalam ekosistem program makan bergizi gratis.
"Lebih dari 15.000 pendamping KDKMP, 143.000 pengurus KDKMP serta 206.000 SDM koperasi telah mengikuti berbagai program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas tata kelola koperasi," terang Ferry.