Rekomendasi Pujian Terbaik untuk Anak Menurut Psikolog
Apresiasi yang tepat dari orang tua dapat membantu anak merasa dihargai sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Memberikan pujian kepada anak juga dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Jenis apresiasi atau pujian yang diberikan oleh orang dewasa sangatlah penting dalam kehidupan seorang anak, seperti dilansir dari HaiBunda. Pujian yang terarah dan diberikan secara konsisten mampu membentuk perilaku anak di masa depan.
"Pujian yang terarah adalah rumus sederhana, yakni satu pernyataan positif ditambah satu perilaku spesifik," kata Dr. Sarah Tannenbaum, Psy.D., ABPP.
Menurut Sarah Tannenbaum, langkah tersebut membantu anak-anak memahami alasan mereka layak mendapatkan apresiasi. Hal ini juga mengajarkan anak mengenai perilaku apa yang harus diulangi kembali.
Pujian dan penghargaan yang ditujukan kepada anak-anak bisa menjelaskan hal yang disukai oleh orang tua. Sarah Tannenbaum menilai, pujian bahkan bisa menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan koreksi terus-menerus.
"Banyak orang dewasa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap apa yang tidak mereka inginkan, dengan berkata 'tidak', 'jangan', atau 'berhenti'. Namun, perhatian semacam itu tidak secara pasti bisa mengubah perilaku," tutur Sarah Tannenbaum.
"Pujian adalah cara kita mengajarkan perilaku yang kita inginkan untuk menggantikan momen-momen tersebut, dan itu juga membantu anak-anak belajar bagaimana menerima perhatian positif dengan tepat," tutur Sarah Tannenbaum.
Dr. Holly Schiff, Psy.D. menambahkan bahwa pujian dapat disampaikan kepada anak-anak demi membangun rasa percaya diri. Orang tua perlu memastikan anak-anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri hingga mampu mencari validasi dengan tepat.
"Tujuan dari pujian bukan hanya untuk membuat anak merasa senang saat itu juga, tetapi untuk membantu membangun kepercayaan diri dalam jangka panjang, ketahanan, motivasi, dan kesadaran diri," kata Holly Schiff.
Para psikolog membagikan beberapa contoh kalimat pujian terbaik yang dapat disampaikan oleh orang tua kepada anak.
1. Pujian terhadap Kepatuhan Spesifik
"Bagus sekali kamu bisa mendengarkan dengan saksama saat Buku bertanya pertama kali"
Kalimat ini memenuhi syarat sebagai bentuk apresiasi yang terarah karena bersifat spesifik. Ucapan tersebut tidak berlebihan sehingga tidak membuat anak menjadi terlalu sombong.
"Hal ini memberi tahu anak secara tepat apa yang pantas untuk mendapatkan pujian dan bagaimana cara melakukannya lagi," ucap Sarah Tannenbaum.
"Ini juga mendukung kerja sama dan dapat mengurangi perebutan kekuasaan karena harapannya dinyatakan secara eksplisit," ucap Sarah Tannenbaum.
2. Apresiasi atas Ketekunan
"Kamu tetap bertahan meskipun situasinya sulit"
Melihat anak prasekolah kesulitan menyusun puzzle atau remaja kalah dalam pertandingan olahraga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Mendengar pujian di masa sulit tersebut akan sangat berarti bagi anak.
"Hal ini memperkuat ketekunan dan toleransi terhadap kesulitan, yang dibutuhkan banyak anak untuk dikembangkan," ujar Sarah Tannenbaum.
"Ini juga mengkomunikasikan bahwa kemajuan itu penting, bukan hanya kesempurnaan, dan bahwa bertahan dengan sesuatu yang menantang patut untuk diperhatikan," ujar Sarah Tannenbaum.
3. Menghargai Ide dan Kreativitas
"Kamu yang mencetuskan ide itu sendiri"
Kalimat pujian ini bersifat mendukung perkembangan anak. Mengucapkan kalimat tersebut menandakan bahwa orang tua menghargai kerja keras serta gagasan yang dibuat oleh sang anak.
"Ini adalah pujian yang mendukung kreativitas, pemikiran independen, dan pemecahan masalah," ucap Holly Schiff.
"Anak-anak mendapat manfaat dari mendengar pujian yang menekankan inisiatif daripada sekadar kebenaran," ucap Holly Schiff.
4. Mendukung Kemandirian
"Kamu menemukan caramu sendiri untuk menyelesaikan masalah itu"
Menurut Dr. Ioana Pal, Psy.D., kalimat ini dapat memperkuat otonomi dan kepercayaan diri anak-anak dalam memecahkan masalah. Anak-anak akan merasa dirinya berharga dan memiliki arti lebih.
"Anak-anak mulai mempercayai pemikiran mereka sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada arahan orang dewasa," kata Ioana Pal.
5. Memuji Karakter dan Kebaikan
"Dasar itu adalah tindakan yang bijaksana dan baik hati"
Satu kalimat saja tidak bisa menjamin seorang anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang baik hati. Namun, setiap kata dapat berarti jika orang tua secara teratur menunjukkan perilaku bijaksana dan baik hati kepada anak.
"Hal ini memperkuat nilai-nilai prososial, bukan hanya penampilan atau prestasi semata. Seiring waktu, anak-anak membangun harga diri yang terkait dengan karakter dan hubungan," kata Ioana Pal.
6. Menghargai Ketelitian
"Kamu benar-benar memperhatikan detailnya"
Orang tua dapat menggunakan kalimat pujian ini ketika anak menemukan trik tersembunyi dalam soal matematika, atau saat anak berusia empat tahun mampu mewarnai di dalam garis dengan rapi.
"Kalimat ini mendorong fokus, perhatian, dan keterampilan. Tak hanya itu, kalimat ini juga mengajarkan anak-anak untuk menghargai usaha dan kesungguhan daripada pujian yang cepat atau jalan pencas lainnya," tutur Ioana Pal.
7. Menggeser Motivasi ke Dalam Diri
"Kamu seharusnya merasa bangga dengan usaha yang telah kamu berikan"
Mengatakan ungkapan bangga merupakan hal yang umum. Namun, kalimat modifikasi ini memiliki beberapa manfaat jangka panjang yang mendalam bagi psikologis anak.
"Kalimat ini menggeser penghargaan emosional ke dalam diri. Anak tersebut belajar menghubungkan kebanggaan dengan usaha pribadi dan evaluasi diri, bukan dengan tepuk tangan dari luar," tutur Ioana Pal.