Eropa Siaga Tinggi Kebakaran Hutan Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Share

Eropa kini berada dalam status siaga tinggi menghadapi ancaman kebakaran hutan yang meluas. Kondisi ini dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor serta minimnya curah hujan di kawasan tersebut. Situasi tersebut membuat area hutan dan lahan menjadi sangat mudah terbakar.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, para peramal cuaca juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih terus berlanjut. Di Prancis bagian tengah, lebih dari 800 petugas pemadam kebakaran sedang berjuang keras menjinakkan kobaran api yang muncul sejak Rabu. Api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 12 kilometer persegi lahan di departemen Herault, Aude, dan Bouches-du-Rhône.

Dampak kebakaran ini memaksa ratusan warga di wilayah selatan dievakuasi ke tempat aman. Operator transportasi SNCF menyatakan insiden ini juga menyebabkan penutupan jalan dan penghentian layanan kereta rute Marseille menuju Miramas.

Kondisi ini mengingatkan pada bencana tahun lalu, saat kebakaran hutan terburuk dalam 70 tahun menghancurkan kebun anggur dan lahan pertanian. Kala itu, lebih dari 170 kilometer persegi wilayah hangus terbakar. Secara global, gelombang panas dan kekeringan telah memicu awal musim kebakaran hutan terburuk yang pernah tercatat. Ilmuwan iklim memperingatkan fenomena El Niño dapat membawa dampak yang lebih parah pada akhir musim panas.

Sejauh ini, hampir 9.000 kilometer persegi lahan telah terbakar di benua Eropa. Angka tersebut menjadi catatan tertinggi dalam dua dekade terakhir. Meteo-France menetapkan status siaga merah di enam departemen kawasan selatan yang mengelilingi Laut Mediterania untuk mengantisipasi risiko tinggi. Perdana Menteri Sébastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis terkait gelombang panas ini.

Risiko serupa melonjak tajam di Yunani akibat kombinasi suhu panas, angin kencang, dan vegetasi kering. Menteri Perlindungan Sipil Evangelos Tournas menyebut tanaman yang tumbuh subur karena hujan musim dingin kini mengering dan mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran di Yunani telah menangani puluhan titik api dalam beberapa pekan terakhir.

Kebakaran di dekat Thessaloniki pada Rabu bahkan mengakibatkan seorang pria dan putranya yang berusia 12 tahun meninggal dunia. Pemerintah Yunani kini memperketat penegakan hukum untuk mencegah tindakan pemicu kebakaran, baik sengaja maupun tidak. Sepanjang tahun ini, sebanyak 145 orang ditangkap dan 500 denda dijatuhkan dengan total nilai mencapai €594.000 atau sekitar Rp12,14 miliar.

Ancaman di Kawasan Scorched Zone Mediterania

Yunani berada di wilayah Mediterania yang kerap dijuluki sebagai zona hangus atau scorched zone. Area paling rentan mencakup Thrace, Thessaly timur, Evia, Boeotia timur, Attica, Peloponnese timur, hingga kepulauan di Laut Aegea bagian timur.

Ketika memasuki musim panas, wilayah-wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh embusan angin Meltemi. Karakteristik angin ini dapat mempercepat penyebaran kobaran api dengan sangat cepat. Sementara itu, Spanyol melaporkan belum menghadapi kebakaran hutan skala besar pada musim panas tahun ini.

Namun, pemerintah setempat tetap meminta masyarakat dan petugas untuk selalu waspada. Pihak berwenang Spanyol memperingatkan bahwa angin kencang dan kelembapan udara yang rendah membuat kebakaran kecil menjadi sulit dikendalikan. Wilayah timur laut seperti Aragón dan Catalonia kini berada dalam status siaga merah dan oranye.

Badan Perlindungan Sipil Spanyol menambahkan bahwa status siaga serupa juga berlaku di wilayah barat dan selatan, termasuk Extremadura dan Andalusia. Langkah antisipasi dini dan peringatan bahaya yang sama juga telah dikeluarkan oleh pemerintah Portugal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author