Pertamina Wisuda 168 Peserta UMiMAX untuk Dorong Usaha Ultra Mikro

Share

Pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi tantangan berat bagi para pekerja yang kehilangan sumber pendapatan untuk menghidupi keluarga mereka.

Sebagai solusi menghadapi situasi tersebut, PT Pertamina (Persero) menghadirkan program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) guna membantu masyarakat rentan membangun kembali roda perekonomian.

Dikutip dari Detik Finance, program ini mengintegrasikan bantuan sarana usaha dengan pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas agar para penerima manfaat dapat mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan sebagian besar peserta program ini merupakan pekerja yang terdampak PHK. Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya Pertamina untuk membantu masyarakat bangkit secara ekonomi melalui dukungan sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan.

"Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha," ujar Baron.

Apresiasi atas kegigihan para peserta ditunjukkan dengan kelulusan 168 mitra binaan yang dinilai siap menjalankan usahanya secara mandiri.

Baron menambahkan, Program UMiMAX merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro sehingga dapat mandiri, berkembang, dan naik kelas.

"Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal," ujar Baron.

Inisiatif yang bergulir sejak Desember 2025 ini telah mengucurkan dana hibah sebesar Rp 1,17 miliar untuk menyokong berbagai jenis usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.

Langkah nyata tersebut membuahkan hasil positif lewat perolehan total omzet kelompok peserta yang mencapai Rp 2,75 miliar dengan laba bersih Rp 858 juta.

Peta sebaran program kini telah menjangkau wilayah Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung dengan rincian 65 usaha warmindo, 63 usaha kopi keliling, dan 40 usaha mini ATM.

Memasuki tahun 2026, BUMN ini menargetkan perluasan jangkauan hingga 1.000 peserta dengan prioritas wilayah kerentanan ekonomi tinggi mengacu pada data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

Baron berharap, UMiMAX bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat terutama yang membutuhkan dukungan usaha untuk hidup berdikari dan berdaya.

"Melalui program ini, Pertamina memberikan dukungan kepada masyarakat. Kami berharap upaya kami ini juga didukung dengan para mitra pelaku usaha, dengan terus bersemangat agar mitra UMKM semakin tangguh dan berdaya," jelas Baron.

Manfaat program dirasakan langsung oleh Rahmadi (30), seorang duda sekaligus tulang punggung keluarga yang sempat terpuruk pasca terkena PHK.

Melalui bantuan usaha warung kopi dari UMiMAX, kondisi finansial keluarganya berangsur membaik dan kini mampu meraup omzet sekitar Rp 1,9 juta per minggu.

"Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang," ujar Rahmadi.

Kisah serupa dialami Wiwik Utami (49) yang mengandalkan bidang usaha warmindo demi menopang pendapatan sang suami yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Usaha Wiwik berkembang bertahap hingga menghasilkan keuntungan bersih berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per minggu.

"Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak," ujar Wiwik.

Dampak transformatif juga dialami Siti Zulfah (45) yang harus membiayai pengobatan paru-paru suaminya serta biaya pendidikan anak di tengah impitan utang.

Bergabung sejak 2025, lini usaha nasi uduk, ayam geprek, dan kopi miliknya berkembang pesat dengan pendapatan menyentuh Rp 6 Vin_juta per minggu.

"Bagi saya, UMiMAX bukan hanya bantuan usaha. Ini adalah kesempatan untuk bangkit kembali ketika saya merasa sudah tidak punya jalan keluar," ujar Siti.

Data internal menunjukkan para peserta program rata-rata mengantongi omzet bulanan sekitar 30 juta rupiah, dengan beberapa mitra memperoleh keuntungan bersih di atas Rp 10 juta per bulan.

Baron mengatakan hasil yang dicapai para peserta menjadi bukti bahwa usaha ultra mikro memiliki peluang besar untuk berkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat.

"Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," ujar Baron.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: korban phk Pertamina umimax UMKM
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author