APBD Provinsi Banten Diproyeksikan Turun Menjadi Rp 9,51 Triliun

Share

Proyeksi Alokasi Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten pada tahun 2027 mengalami penurunan dari Rp 10,27 triliun menjadi Rp 9,51 triliun. Seperti dilansir dari Detikcom, penurunan nilai anggaran tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan pemerintah pusat.

Kesepakatan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp 9,51 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 9,49 triliun lebih, sehingga menyisakan surplus anggaran sebesar Rp 13,39 miliar lebih.

Gubernur Banten Andra Soni mengonfirmasi kondisi penurunan anggaran daerah tersebut dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (19/8/2026).

"Pada tahun 2027, kondisi fiskal kita mengalami penurunan akibat adanya penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Namun, kita harus tetap optimistis," kata Andra Soni, Gubernur Banten.

Guna mengatasi berkurangnya anggaran dari pusat, jajaran pemerintah daerah diminta melakukan langkah efisiensi serta mencari alternatif pendapatan daerah.

"Memicu efisiensi dan kreativitas daerah, mendorong daerah untuk lebih efisien dalam mengelola anggaran serta mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kreatif dan inovatif," ujar Andra Soni.

Selain itu, pengawasan dan ketepatan sasaran belanja daerah menjadi fokus penanganan agar anggaran belanja memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Banten.

"Mengoptimalkan belanja agar lebih tepat sasaran. Memfokuskan anggaran pada program-program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat," kata Andra Soni.

Pemerintah Provinsi Banten memproyeksikan pelayanan publik tetap dapat berjalan maksimal di tengah penurunan dana TKD ini, dengan mendorong keterlibatan DPRD Banten dalam pengawasan.

"Semoga dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, mari bersama-sama mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten," kata Andra Soni.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author