Pakistan Jamin Hubungan Bilateral Saat Presiden Iran Kunjungi Islamabad
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meyakinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa negaranya berkomitmen penuh menjaga hubungan bilateral saat keduanya bertemu di Islamabad pada Selasa (23/6), menyusul peran Pakistan memediasi gencatan senjata Iran-Amerika Serikat.
Pertemuan tingkat tinggi ini digelar untuk memperdalam kerja sama kedua negara bertetangga setelah ketegangan geopolitik sempat mengganggu stabilitas kawasan. Komitmen kuat tersebut disampaikan langsung di tengah lawatan resmi pemimpin Iran ke ibu kota Pakistan, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
"Kami tidak akan pernah mengecewakan Anda," tegas Sharif, Perdana Menteri Pakistan.
Sharif menambahkan bahwa Pakistan bakal terus konsisten menjalankan fungsi penengah sampai perdamaian yang permanen benar-benar tercapai. Ia juga mengklarifikasi bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran sama sekali tidak memuat kesepakatan terkait program rudal balistik Teheran.
"tidak akan pernah berkompromi" tegas Pezeshkian, Presiden Iran.
Pezeshkian menyatakan dalam konferensi pers bersama bahwa negaranya memegang teguh kapabilitas rudal tersebut. Ia menyebut rangkaian dialog di Islamabad berlangsung konstruktif demi mendongkrak kemitraan ekonomi.
"konstruktif" kata Pezeshkian, Presiden Iran.
Kunjungan diplomatik ini terjadi setelah perang antara AS-Israel melawan Iran sejak Februari lalu memicu lonjakan harga minyak dunia hingga level tertinggi dalam dua dekade dan mengacaukan pasokan energi di Selat Hormuz. Jalannya pertemuan di Islamabad dikawal ketat dengan penutupan akses total ke Zona Merah dan pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai kementerian setempat.