Kerusuhan Anti-Imigran Melanda Belfast Setelah Insiden Penikaman Brutal

Share

Aksi unjuk rasa anti-imigran di Belfast, Irlandia Utara, berujung pada kerusuhan besar dan aksi pembakaran setelah terjadinya insiden penikaman brutal terhadap seorang pria pada Senin (8/6) malam. Dilansir dari Detikcom, ketegangan meningkat setelah rekaman video penyerangan tersebut beredar luas dan memicu kemarahan kelompok sayap kanan setempat.

Massa yang berkumpul di beberapa wilayah kota pada Selasa (9/6) malam melakukan tindakan anarkis berupa pemblokiran jalan serta pembakaran satu bus dan beberapa mobil. Selain itu, sebuah bangunan warga hangus dilempari bom molotov hingga memaksa penghuninya dievakuasi demi keselamatan.

Gelombang protes ini meluas setelah rekaman video memperlihatkan pelaku menindih dan menyerang kepala serta leher korban menggunakan pisau dapur sebelum diamankan warga. Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa motif utama di balik penyerangan tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O'Neill, mengecam keras tindakan anarkis para demonstran yang merusak fasilitas umum dan pemukiman warga tersebut.

"Sekelompok pria bermasker yang membakar rumah keluarga-keluarga, tidak lebih dari tindakan pengecut yang menjijikkan," sebut O'Neill dalam pernyataan via media sosial X.

Pemerintah menyerukan agar seluruh masyarakat tetap tenang di tengah situasi yang memanas ini. Sementara itu, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban yang merupakan pria berusia 40-an tahun menderita luka parah di bagian mata, wajah, serta punggung.

Pelaku pria berusia 30 tahun asal Sudan yang memiliki izin tinggal hingga 2028 telah ditangkap dan dijerat pasal percobaan pembunuhan serta kepemilikan senjata tajam. Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Jon Boutcher, mengungkapkan bahwa tersangka tiba di Inggris pada tahun 2023 melewati rute Paris dan Dublin. Menurut penuturan Boutcher, rekam jejak pria asing tersebut sama sekali tidak dikenal sebelumnya oleh pihak kepolisian.

Tersangka penikaman dijadwalkan menghadiri persidangan perdana pada Rabu (10/6) untuk mempertanggungjawabkan seluruh dakwaannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author