Iran Ancam Balas Serangan Militer AS di Selat Hormuz
Ketegangan baru pecah di Timur Tengah setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap beberapa target Iran di sekitar Selat Hormuz. Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi langsung mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap tindakan agresif maupun ancaman terhadap negaranya dipastikan bakal memicu aksi balasan, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (10/6).
Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Araghchi melalui sebuah unggahan di media sosial X. Ia menyatakan dengan gamblang bahwa pihak Teheran tidak akan tinggal diam begitu saja melihat tekanan militer yang dilancarkan oleh Washington.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun berlalu tanpa balasan," kata Araghchi.
Selain menyatakan kesiapan bertempur, Araghchi juga melayangkan ultimatum terbuka kepada seluruh personel militer Amerika Serikat. Ia menuntut agar pasukan Negeri Paman Sam segera meninggalkan wilayah Timur Tengah demi keselamatan mereka sendiri, sembari mengingatkan kembali kegagalan intervensi asing di masa lalu.
"Tinggalkan kawasan kami jika Anda ingin selamat. Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para penyusup asing," ujar Araghchi.
Di pihak lain, militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa mereka telah merampungkan operasi udara yang diklaim sebagai tindakan membela diri. Operasi di wilayah perairan strategis tersebut diklaim sebagai respons langsung terhadap aktivitas militer Iran baru-baru ini.
Komando Sentral AS (Centcom) membeberkan bahwa misi tempur ini digelar atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump. Langkah itu diambil pasca-jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS, sebuah insiden yang dituding Washington terjadi akibat ulah pihak Iran.
"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak berdasar," kata Centcom melalui unggahan di platform X.
Menurut penjelasan resmi Centcom, operasi udara ini juga ditujukan untuk melindungi aset-aset mereka. Serangan dilakukan menyusul adanya laporan mengenai gangguan terhadap pasukan AS serta kapal-kapal komersial internasional yang melintasi jalur laut tersebut.
"Pasukan Centcom menyerang sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan lokasi radar pengawasan di dekat Selat Hormuz menggunakan amunisi presisi yang diluncurkan dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS," tulis Centcom.
Pihak militer Amerika Serikat menutup pernyataan mereka dengan menegaskan bahwa seluruh barisan pasukan kini tetap dalam kondisi siaga tertinggi. Langkah waspada ini diambil guna mengantisipasi apa yang mereka sebut sebagai potensi agresi lanjutan dari Iran yang tidak dibenarkan.