Gojek Indonesia Selidiki Driver Ojol Tembak Tarif Penumpang di Senayan

Share

Gojek Indonesia melakukan penelusuran mendalam terkait video viral seorang pengemudi ojek online yang mematok tarif tidak wajar sebesar Rp 400 ribu kepada penumpangnya. Insiden tersebut diketahui terjadi dalam perjalanan konvensional tanpa aplikasi dari Senayan menuju Bundaran HI pada Senin, 8 Juni 2026.

Dilansir dari Detik Oto, perdebatan mencuat setelah kesepakatan harga awal yang dikira sebesar Rp 58 ribu oleh penumpang, ternyata ditafsirkan lain oleh oknum pengemudi sebagai Rp 50 ribu sebanyak delapan lembar.

"Tadi bilangnya Rp 58 (ribu)," ujar perekam video.

Pengemudi ojol yang berada di dalam video tersebut tidak keberatan dengan aksi perekaman yang dilakukan oleh sang penumpang.

"Nggak apa-apa saya diviralin, asalkan saya dibayar," kata driver.

Mendengar pernyataan sang pengemudi, konsumen tersebut merasa terkejut dengan nominal yang ditagihkan secara sepihak.

"Rp 400 ribu, Rp 50 ribu-nya ada delapan?" kata perekam video.

Pihak manajemen Gojek Indonesia segera merespons unggahan video yang memicu kegaduhan di media sosial tersebut melalui akun resmi mereka.

"Sebelumnya, kami telah menerima laporan dari customer yang bersangkutan dan saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan informasi yang tersedia," kata Instagram resmi @gojekindonesia.

Meskipun nomor kendaraan yang dilaporkan terindikasi tidak terdaftar di dalam platform internal perusahaan, pihak manajemen tetap membuka ruang komunikasi untuk mengumpulkan bukti-bukti baru.

"Meski demikian, kami tetap berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dan terbuka apabila terdapat informasi tambahan yang dapat membantu proses investigasi. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui DM," kata Instagram resmi @gojekindonesia.

Sebagai langkah preventif ke depan, perusahaan penyedia jasa ride-hailing ini kembali menekankan pentingnya transparansi transaksi demi keamanan bersama.

"Kami juga ingin mengingatkan pentingnya melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi Gojek. Selain membantu memastikan perjalanan tercatat di sistem, hal ini memungkinkan kami memberikan bantuan dan tindak lanjut secara lebih optimal apabila terjadi kendala selama layanan berlangsung," kata Instagram resmi @gojekindonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author