Wayfair Ekspansi Jaringan Ritel Fisik di Cincinnati

Share

Perusahaan e-commerce Wayfair mengumumkan rencana ekspansi jaringan ritel fisik dengan membuka toko format besar baru di kawasan Center of Cincinnati, Cincinnati, Ohio pada Mei 2026.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat kehadiran omnichannel perusahaan di koridor padat barang-barang rumah tangga, memanfaatkan ruang seluas 130.000 kaki persegi yang saat ini ditempati oleh At Home.

Toko yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2027 tersebut menjadi gerai fisik kedua Wayfair di wilayah Ohio.

Fasilitas ini akan menyediakan dekorasi, furnitur, peralatan rumah tangga, produk terkurasi Wayfair Verified, serta layanan desain gratis dalam toko yang didukung oleh jaringan logistiknya.

Pelanggan dapat langsung membawa pulang barang yang dibeli atau memesan perabotan besar seperti sofa dan set meja makan untuk dikirim ke rumah.

Pihak manajemen menyatakan optimisme terhadap pemilihan lokasi baru ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Cincinnati is an exciting market for us, not only for its strong retail environment but also for its reach across the broader Tri-State region," kata Liza Lefkowski, Vice President of Merchandising and Stores di Wayfair.

Perusahaan berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal bagi para pelanggan di berbagai wilayah sekitar.

"We're looking forward to serving customers across Ohio, Kentucky and Indiana and helping them create homes they love," ujar Liza Lefkowski.

Di sisi lain, laporan Simply Wall St menyebutkan bahwa pengumuman toko baru dan upaya pembiayaan kembali utang terjadi di tengah penurunan harga saham Wayfair sebesar 24 persen selama sebulan terakhir dan 45 persen sepanjang tahun berjalan, meskipun total pengembalian pemegang saham 1 tahun mencapai 46,98 persen dan 3 tahun sebesar 64,93 persen.

Analisis narasi investasi Wayfair memproyeksikan pendapatan sebesar 14,7 miliar dolar AS dan laba 341,1 juta dolar AS pada tahun 2029, dengan nilai wajar saham di angka 104,93 dolar AS dibandingkan penutupan terakhirnya sebesar 58,22 dolar AS.

Namun, beberapa analis dengan peringkat lebih rendah memberikan pandangan lebih berhati-hati, memproyeksikan pendapatan hanya tumbuh sekitar 4,7 persen per tahun dan laba mencapai sekitar 135 juta dolar AS pada tahun 2029 akibat tekanan inflasi, suku bunga, dan perputaran pasar perumahan yang menekan permintaan furnitur berbiaya besar.

Bersamaan dengan rencana ekspansi ini, Wayfair juga menerbitkan obligasi senior terjamin senilai 400 juta dolar AS dengan bunga 7,125 persen yang jatuh tempo pada 2034 untuk membiayai kembali utang yang ada dan mendukung kebutuhan korporasi umum.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author