Wamendagri Dorong Rumah Sakit Daerah Transformasi Tata Kelola Unggul
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendorong seluruh rumah sakit daerah di Indonesia untuk melaksanakan transformasi tata kelola yang unggul demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (12/6/2026), dilansir dari Detikcom.
"Rumah Sakit Daerah direkomendasikan untuk melakukan transformasi budaya pelayanan yang cepat dan responsif. Kemudian mengadopsi prinsip good corporate governance, kemudian mengakselerasi digitalisasi layanan, mendorong kemandirian, serta memperkuat kepemimpinan dan kompetensi," kata Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Penerapan tata kelola yang baik ini dinilai memerlukan dukungan penuh dari sistem pengendalian internal yang kuat, manajemen risiko, serta digitalisasi. Menurut Akhmad Wiyagus, masyarakat saat ini mendambakan aspek kecepatan, kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam memperoleh penanganan medis.
"Pelayanan adalah inti dari keberadaan rumah sakit. Masyarakat tidak hanya menginginkan pelayanan yang berkualitas secara medis, tetapi juga pelayanan yang cepat, mudah, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien," ungkap Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Langkah reformasi ini dijalankan melalui penyederhanaan alur layanan, penguatan layanan unggulan, serta pemanfaatan teknologi digital. Demi menggerakkan perubahan tersebut, peran pimpinan tertinggi di lembaga kesehatan daerah menjadi krusial.
"Direktur rumah sakit saat ini tidak hanya ditunjuk sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan, yang mampu membawa organisasinya menjadi lebih maju dan berdaya saing," tegas Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Selain perbaikan birokrasi dan layanan, penguatan kemandirian finansial juga menjadi poin penting yang disoroti oleh Kementerian Dalam Negeri. Asosiasi rumah sakit diharapkan mampu melahirkan solusi nyata bagi kemajuan instansi kesehatan di daerah.
"Besar harapan saya kepada ARSADA dapat terus menjadi wadah yang strategis dan solid dalam melahirkan gagasan konkret, demi mempercepat transformasi rumah sakit daerah yang unggul, profesional, berdaya saing di seluruh Indonesia," pungkas Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Agenda tahunan ini berfokus pada reformasi pelayanan berbasis penguatan sumber daya manusia serta keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, Pendiri ARSADA Umar Wahid, Ketua Umum ARSADA Zainoel Arifin, kepala dinas kesehatan, dewan pengawas, serta para pimpinan rumah sakit daerah se-Indonesia.