Kualitas udara Pontianak mencetak AQI 244 kategori sangat tidak sehat

Share

Kualitas udara Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memburuk akibat kabut asap. IQAir melaporkan AQI Pontianak mencapai 244 pada Jumat 21/8/2026 pukul 13.00 waktu setempat, masuk kategori sangat tidak sehat.

IQAir memperkirakan nilai AQI mendekati rentang beracun, ditandai warna ungu tua hingga merah tua, dengan perkiraan AQI di atas 300. Kondisi ini membuat orang tua khawatir anak tetap bersekolah saat asap pekat.

Data IQAir juga mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 189 µg/m³. Angka itu jauh melampaui pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk batas rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 5 µg/m³, atau sekitar 37 kali lipat di atas batas aman WHO, dilansir dari Detik Health.

Rahmawati, orang tua siswa kelas 2 MIN 4 Pontianak, meminta Dinas Pendidikan mempertimbangkan peliburan atau pembelajaran daring saat kualitas udara memburuk.

"Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring" kata Rahmawati di Pontianak, Jumat 21/8/2026, dikutip dari Antara.

Rahmawati menilai asap membuatnya khawatir terhadap kesehatan anak karena anak-anak di sekolah masih banyak beraktivitas di luar ruangan.

"Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring" ujarnya.

Ia menambahkan paparan asap saat kualitas udara buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dilansir dari Detik Health.

Di tingkat provinsi, kabut asap terjadi di tengah meningkatnya titik panas. BPBD Provinsi Kalimantan Barat yang mengacu pada pemantauan BMKG mencatat 3.759 titik panas terdeteksi di Kalbar pada 20 Agustus 2026 pukul 00.00-23.00 WIB.

Dari total tersebut, 224 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik kepercayaan menengah, dan 146 titik kepercayaan rendah. Kabupaten Ketapang mencatat 1.795 titik panas, disusul Sanggau 466 titik, Landak 268, Kubu Raya 254, Kayong Utara 200, dan Melawi 190.

Rincian lainnya mencakup Sekadau 150 titik, Kapuas Hulu 126, Sintang 111, Bengkayang 95, Sambas 59, Mempawah 44, dan Singkawang 1 titik. BPBD Provinsi Kalimantan Barat juga melaporkan Kota Pontianak tidak terdeteksi memiliki titik panas pada periode pemantauan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author