Donald Trump Tegaskan Usulan Kesepakatan AS Melarang Nuklir Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa rancangan kesepakatan baru dengan Iran secara eksplisit melarang Teheran memproduksi senjata nuklir. Penegasan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Truth Social pada Minggu (31/5) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui Anadolu Agency pada Senin (1/6/2026).

Pernyataan ini dikeluarkan untuk membantah laporan media Amerika Serikat, CNN, yang menyebutkan bahwa kerangka kerja dalam usulan kesepakatan tersebut tidak membahas persoalan nuklir secara memadai. Trump menolak keras karakterisasi yang berkembang di media mengenai draf perjanjian itu.

"menyatakan, dengan sangat jelas, bahwa Iran tidak akan memiliki Senjata Nuklir" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Melalui platform media sosial miliknya, Trump menambahkan penjelasan mengenai cakupan ketentuan yang ada di dalam draf kesepakatan. Ia mengkritik sejumlah media yang dinilai telah salah mengartikan esensi isi perjanjian.

"Kemudian dilanjutkan, dengan sangat detail dan panjang lebar, untuk membahas berbagai aspek-aspek lainnya dari nuklir. Bahkan, itulah sebagian besar isi perjanjian tersebut," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Secara berkala, Trump menuntut adanya jaminan yang dapat mencegah Iran mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir dalam setiap kesepahaman yang dibangun di masa depan. Di sisi lain, pihak Iran terus membantah tuduhan mengenai ambisi memproduksi senjata pemusnah massal tersebut.

"fokus pada mengakhiri perang" kata Esmael Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pihak Teheran menyatakan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung tidak menyentuh persoalan nuklir sama sekali.

"tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir" ujar Esmael Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Sementara itu, laporan dari New York Times menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat telah mengirimkan versi revisi kerangka kerja perdamaian kepada Iran dengan persyaratan yang lebih ketat. Tiga pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi adanya perubahan pada beberapa elemen draf kesepakatan tersebut, meski detail perubahan tidak dipublikasikan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author