Donald Trump Berencana Merebut Pulau Kharg Milik Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana Washington untuk merebut Pulau Kharg serta infrastruktur minyak lainnya di Iran pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini diambil di tengah kebuntuan negosiasi perdamaian antara kedua belah negara ketika pihak penengah regional terus mendorong dialog guna mencegah pertempuran baru.

Pulau Kharg merupakan titik krusial bagi perekonomian Teheran karena mengelola sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut. Trump membagikan rencana tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial setelah ketegangan kedua negara sempat mereda akibat pembatalan rencana serangan militer sebelumnya.

"At some point in the not too distant future, we will be taking Kharg Island, and other oil infrastructure points, and assume total control of their Oil and Gas Markets, much like we have with Venezuela," tulis Trump, Presiden Amerika Serikat di Truth Social.

Pernyataan tersebut menandai eskalasi baru mengingat signifikansi Pulau Kharg yang memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 30 juta barel menurut data Kpler pada Maret. Berdasarkan dokumen rahasia CIA tahun 1984 yang dideklasifikasi, fasilitas di pulau berukuran sepertiga Manhattan ini adalah yang paling vital dalam sistem minyak Iran.

Sebelumnya, Trump mengklaim telah meluncurkan serangan udara ke wilayah tersebut untuk merespons tindakan Iran di Selat Hormuz. Rekaman video yang divalidasi CNN menunjukkan ledakan besar di fasilitas bandara pulau tersebut akibat serangan udara Amerika Serikat.

"We just made a great settlement of the war with Iran," kata Trump, Presiden Amerika Serikat kepada para jurnalis saat mengumumkan pembatalan serangan militer sebelumnya.

Meskipun demikian, Trump sudah menyuarakan ambisi untuk menguasai pusat minyak tersebut sejak puluhan tahun lalu sebelum dirinya terpilih menjadi presiden. Ancaman invasi ini sempat dilontarkannya sebagai respons terhadap potensi ancaman militer Iran di kawasan perairan Teluk Persia.

"One bullet shot at one of our men or ships and I’d do a number on Kharg Island. I’d go in and take it," cetus Trump, Presiden Amerika Serikat dalam wawancara bersama The Guardian pada tahun 1988.

Di sisi lain, Iran telah memperkuat pertahanan di pulau tersebut dengan menempatkan personel militer tambahan dan sistem rudal antipesawat terpandu (MANPADs). Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menilai penghancuran terminal minyak Kharg dapat melumpuhkan ekonomi Iran serta menjatuhkan rezim Teheran.

"Iran’s enemies, with the support of one of the regional countries" kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang menuduh adanya persiapan musuh untuk menduduki salah satu pulau mereka pada Maret lalu.

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa penguasaan Pulau Kharg dapat membangkrutkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan mengakhiri perang dengan cepat. Namun, dilansir dari CNN, para pejabat Pentagon berulang kali menunda rencana operasi tersebut karena dinilai terlalu berisiko dan membutuhkan pasukan darat yang besar.

"not high on the list, but it’s one of so many different things, and I can change my mind in seconds." ujar Trump, Presiden Amerika Serikat mengenai posisi Pulau Kharg dalam daftar target militernya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author