Donald Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai dengan AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya perdamaian kawasan Timur Tengah pada Senin (1/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi AS dan mereka yang bersama kita," kata Trump dalam pernyataannya via Truth Social pada Senin (1/6) dini hari waktu AS.
Presiden AS tersebut kemudian melontarkan kritik tajam kepada lawan politik serta sejumlah anggota Partai Republik. Trump menilai pihak-pihak yang mengkritik langkah diplomasinya sebagai kelompok yang tidak patriotik.
"para politisi oportunis terus menerus 'berceloteh' secara negatif" ucap Trump mengenai hambatan yang membuat negosiasi menjadi jauh lebih sulit.
Kritikan yang mengarah kepada dirinya saat ini dinilai telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kendati demikian, Trump meminta para pengkritiknya untuk tetap tenang dan bersabar menghadapi proses diplomasi yang berjalan.
"Tenang saja, semuanya akan berjalan dengan dengan baik pada akhirnya — Selalu begitu!" ucap Presiden AS itu.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri sempat melonjak setelah serangan skala besar diluncurkan oleh AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Teheran membalasnya dengan meluncurkan gelombang rudal serta drone ke target-target di Israel dan negara Teluk.
Situasi mulai mereda setelah pemberlakuan gencatan senjata pada awal April yang kini diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump. Mediator seperti Pakistan terus berupaya mengakhiri perang, meskipun belum ada hasil konkret yang tercapai.
Laporan media Barat seperti New York Times dan Axios menyebutkan bahwa Trump telah mengirimkan revisi kerangka kerja perdamaian dengan persyaratan lebih keras kepada Iran. Perubahan draf ini berpotensi menunda peresmian kesepakatan penghentian perang.
Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menghentikan program senjata nuklir Iran serta membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut telah ditutup oleh Iran sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari.
Langkah AS tersebut mendapat respons keras dari pihak Teheran yang menuntut pemenuhan hak-hak mereka. Perunding utama Iran menegaskan posisi negaranya yang tidak akan tunduk pada tekanan Washington tanpa adanya jaminan penuh.
"benar-benar ingin membuat kesepakatan" kata perunding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Washington sampai hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin.