Presiden Prabowo Sebut Banyak Tokoh PBNU Isi Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto mengungkap keterlibatan masif tokoh-tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di dalam susunan eksekutif Kabinet Merah Putih saat menghadiri acara di Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa (13/06/2026).
Kapasitas serta kemampuan kepemimpinan para kader organisasi keagamaan tersebut dinilai menjadi alasan utama penunjukan mereka, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Beberapa nama menteri yang diabsen langsung oleh Kepala Negara meliputi Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang memegang posisi Sekretaris Jenderal PBNU, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar selaku Rais PBNU.
Selain itu, terdapat nama Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi.
Klaim mengenai dominasi serta ketangguhan politik organisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pidatonya di hadapan peserta Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes NU).
"Ini Kabinet Merah Putih banyak sekali NU nya. NU memang hebat. Selalu berada di mana-mana ya kan.
Di semua partai, NU hadir. Jadi NU nggak pernah kalah. Hebat-hebat.
Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU," kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga sempat melontarkan kelakar ringan mengenai perubahan penampilan salah satu menterinya sejak masa lalu hingga kini menjabat di pemerintahan.
"Saifullah Yusuf lebih dikenal Gus Ipul. Coba cek pakai kaos kaki nggak? Waktu saya kenal dulu nggak pakai kaos kaki. Sekarang udah jadi menteri," ujar Prabowo.
Kedekatan emosional dengan organisasi keagamaan ini juga dipertegas lewat cerita hubungan personal masa lalu dan silsilah keluarga besarnya.
"Eyang saya, eyang putri saya memang dari NU," kata Prabowo.
Identitas ganda organisasi yang mampu menyatukan nilai-nilai keagamaan dengan komitmen kebangsaan yang kuat menjadi perhatian khusus dalam pandangan sang Presiden.
"Ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik," kata Prabowo.