Prabowo Subianto Patok Target Defisit APBN 2027 Lebih Rendah
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027 pada rentang 1,8% hingga 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026).
Kebijakan fiskal yang diambil pemerintah ini menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Angka pemangkasan ini tercatat lebih rendah daripada target defisit anggaran pada tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 2,68%, atau proyeksi maksimal sebesar 2,94% jika terjadi lonjakan harga minyak dunia.
Rancangan awal APBN 2027 tersebut disusun berdasarkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Pemerintah merancang porsi pendapatan negara pada rentang 11,82% sampai 12,40% terhadap PDB, sedangkan alokasi belanja negara ditargetkan sebesar 13,62% hingga 14,80% terhadap PDB untuk mendanai program prioritas.
Proyeksi makro lainnya menunjukkan nilai tukar rupiah diperkirakan melemah ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Di samping itu, penetapan target indikator makro juga mencakup sektor pembiayaan negara.
"Dari sisi pembiayaan, pemerintah menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5% – 7,3%," ujar Prabowo dalam pidatonya dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Negara, Kamis (21/5/2026).
Melalui penerapan strategi ekonomi tersebut, Kepala Negara menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027 mampu menyentuh angka 5,8% hingga 6,5%. Angka pertumbuhan ini diproyeksikan menjadi pijakan awal demi merealisasikan target pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.
"Ini sebagai pijakan menuju target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," tutur Prabowo.
Target pertumbuhan ekonomi tersebut juga diwajibkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat luas. Pemerintah menyasar penurunan angka kemiskinan menjadi 6% hingga 6,5%, pengurangan tingkat pengangguran terbuka ke kisaran 4,3% hingga 4,87%, serta perbaikan rasio gini pada indeks 0,362 hingga 0,367.