Tunggakan Utang Warga Argentina Melonjak Tiga Kali Lipat
Lonjakan tunggakan utang keluarga di Argentina tercatat meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir akibat dampak kebijakan penghematan ketat yang diterapkan Presiden Javier Milei sejak 2023, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (18/8/2026).
Kenaikan angka keterlambatan pembayaran tersebut menjadi yang tertinggi dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan data Bank Sentral Argentina, sebanyak 5,8 juta orang telah menunggak pembayaran utang selama lebih dari 90 hari.
Krisis biaya hidup yang dipicu oleh pemangkasan subsidi transportasi, gas, obat-obatan, serta kebutuhan pokok, berpadu dengan pendapatan yang stagnan, telah mendorong finansial rumah tangga ke ambang kehancuran. Secara keseluruhan, sekitar 21 juta dari total 46 juta penduduk Argentina kini menanggung utang dalam berbagai bentuk.
Salah seorang warga terdampak, Andrea, menceritakan beban pinjaman yang diaksesnya setahun lalu untuk membeli oven catering setelah tempat kerjanya tutup kini membengkak drastis.
"Saya menunggak pembayaran, dan dalam beberapa bulan, jumlah utang itu membengkak hingga tidak sanggup saya lunasi. Utang itu melonjak dari 1 juta Peso Argentina (Rp 12 juta) menjadi 5 juta Peso Argentina (Rp 60 juta)," tutur Andrea, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun.
Meskipun angka inflasi melambat akibat kebijakan pemerintah, kondisi tersebut membuat nilai utang tidak lagi tergerus oleh laju kenaikan harga. Periode pelunasan yang panjang dan tagihan yang terus membesar kian memperberat beban para debitur.
Merespons krisis finansial yang menimpa masyarakatnya, Presiden Javier Milei menolak bertanggung jawab dan mempertanyakan keputusan warga yang mengambil pinjaman.
"Apakah ada yang menodongkan senjata ke kepala mereka untuk memaksa mereka melakukannya (mengambil pinjaman)?" tanya Milei dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Sikap tersebut mendapat tanggapan berbeda dari pimpinan lembaga keuangan publik terbesar kedua di negara tersebut.
Presiden Banco de la Provincia de Buenos Aires, Juan Cuattromo, menegaskan bahwa penunggakan utang masyarakat bukan disebabkan oleh kekeliruan keputusan pribadi.
Keterlambatan pembayaran tagihan merupakan hasil dari konteks makroekonomi yang memperburuk kondisi pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, kata Juan Cuattromo.