SpaceX Siapkan Proyek Starmind Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Elon Musk bersama SpaceX tengah mempersiapkan proyek ambisius bernama Starmind. Proyek ini bertujuan untuk membangun konstelasi pusat data kecerdasan buatan (AI) di orbit rendah Bumi.
Dilansir dari Detik iNET, nama proyek tersebut dikonfirmasi langsung oleh Elon Musk melalui unggahannya di media sosial X. Langkah ini terungkap setelah seorang pengguna menemukan pendaftaran merek dagang Starmind oleh xAI, anak perusahaan SpaceX di bidang AI.
Penamaan Starmind melanjutkan tradisi SpaceX yang kerap menggunakan tema bintang untuk proyek-proyek besarnya. Starmind diprediksi menjadi proyek paling masif karena direncanakan berukuran 100 kali lebih besar dari jaringan Starlink yang ada saat ini.
SpaceX telah mengembangkan berbagai proyek teknologi terkemuka dengan penamaan serupa. Berikut adalah beberapa fasilitas dan teknologi orbital yang dimiliki oleh perusahaan tersebut:
Starship: Generasi terbaru roket SpaceX yang menjadi roket terbesar dan paling bertenaga di dunia.
Starbase: Pusat manufaktur dan uji coba peluncuran roket di South Texas yang resmi berstatus kota pada Mei 2025.
Starlink: Konstelasi satelit internet terbesar di orbit rendah Bumi yang kini memiliki lebih dari 10.700 unit aktif.
Starshield: Satelit versi khusus Starlink yang dirancang untuk misi keamanan nasional pemerintah Amerika Serikat.
Starfall: Kapsul tanpa awak terbaru untuk mengangkut material dari orbit kembali ke Bumi dengan aman.
Starfactory: Fasilitas produksi roket Starship di Starbase yang memiliki luas mencapai 93.000 meter persegi.
Solusi Masalah Lingkungan di Bumi
Pembangunan pusat data di luar angkasa menjadi komparasi solusi bagi perusahaan teknologi. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan pasokan air, listrik, dan limbah yang sering mengganggu warga di sekitar fasilitas darat.
SpaceX telah mengajukan permohonan kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) pada Januari lalu. Perusahaan meminta izin peluncuran satu juta satelit sebagai fondasi utama pusat data AI orbital tersebut.
Elon Musk menyatakan bahwa pusat data di luar angkasa memiliki efisiensi tinggi karena memanfaatkan tenaga surya secara langsung. Metode ini dinilai jauh lebih hemat biaya operasional dibandingkan dengan fasilitas yang berada di permukaan Bumi.
"Dengan memanfaatkan langsung energi matahari yang hampir konstan, dengan biaya operasional atau perawatan yang rendah, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita untuk meningkatkan skala komputasi," tulis Musk dalam update tentang proyek AI SpaceX, seperti dikutip dari Space.com, Jumat (26/6/2026).
"Meluncurkan konstelasi satu juta satelit yang beroperasi sebagai pusat data orbital adalah langkah pertama menuju peradaban tingkat Kardashev II, peradaban yang dapat memanfaatkan kekuatan penuh matahari, sekaligus mendukung aplikasi berbasis A untuk miliaran orang saat ini dan memastikan masa depan multiplanet umat manusia," sambungnya.